Wednesday, 19 June 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Tingkatkan Sinergitas Guna Wujudkan Keamanan yang Kondusif

Seluruh jajaran aparat keamanan menggelar apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu 2019. Tema yang diangkat dalam apel tersebut yaitu “Tingkatkan Sinergitas TNI/Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri Yang Kondusif”. Apel bertempat di lapangan Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Jumat (22/3).

pasukan 1

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Hadir pula Pabung Kodim Kediri Mayor Inf. Didik Sugeng Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Kediri Subroto, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Kab. Kediri Putut Tri Sunarko, SH, MH, Ketua KPUD Kabupaten Kediri Sapta Andaruisworo, Ketua Panwaslu Kabupaten Kediri Ali Mashudi, Perwakilan partai politik se-Kabupaten Kediri dan peserta upacara dari pasukan Kodim 0809/Kediri, Brimob, Sabhara, Satlantas, Satreskrim Polwan, Dishub, Satpol PP, Banser, Senkom dan Satlinmas.

Sebagai informasi, Pemilu serentak yang dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang merupakan pesta demokrasi Indonesia yang menjadi tonggak sejarah karena dilakukan lima pemilihan yaitu anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD, hingga memilih Presiden dan Wakil Presiden. Ini menjadi sejarah karena menjadi yang pertama dan juga menjadi sorotan internasional.

“Sukses tidaknya perhelatan ini tergantung pada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai pihak penyelenggara, KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) wajib hukumnya menunjukkan kinerja obyektif dan transparan. Tidak ketinggalan fungsi dan peran TNI - Polri sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” jelas Kapolres Kediri membacakan sambutan Kemenkopolhukam.

pasukan 2

Beliau menambahkan, di era sekarang ini muncul berbagai kerawanan seperti berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas, isu-isu SARA terutama melalui media sosial. “Hal ini menyebabkan disintegrasi bangsa dan mempengaruhi psikologis masyarakat Indonesia. Sehingga pada pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas,” tambahnya.

Selanjutnya AKBP Roni juga menjelaskan kegiatan apel ini dilaksanakan serentak dan masif di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah kekuatan prajurit TNI - Polri yang dilibatkan sebanyak 453.133 orang dengan didukung alutsista sesuai dengan potensi kerawanan.

“Sebagai pihak keamanan tugas mengamankan Pemilu 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan, karena sama dengan menjaga keutuhan bangsa dan menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.

AKBP Roni menyakini bahwa unsur Babinsa dan Bhabinkamtibnas serta perangkat pemerintahan pada strata desa atau kelurahan sangat menguasai wilayahnya, dengan bekal inilah diharapkan mampu menjaga stabilitas Pemilu 2019.

pasukan 3

“Kami harap terjalin sinergitas antara unsur pemerintah, TNI - Polri dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019,” pungkasnya. (Kominfo/dn,yd,fz,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner