Wednesday, 19 June 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Aktif dan Mandiri ala Ranseba

Pernahkah Anda mendengar SBL Ranseba? Mungkin kata ini terdengar asing, tapi tidak bagi mereka yang tinggal di Kampung Kongan Kec. Pare dimana SBL Ranseba berada. SBL Ranseba adalah singkatan dari ‘Sanggar Bocah Dolanan Rumah Anak Semua Bangsa, sebuah sanggar sekaligus tempat tinggal bagi beberapa anak dengan berbagai latar belakang.

ranseba 1

Ranseba hadir berawal dari keprihatinan atas banyaknya anak yang terkena bencana sosial, salah satunya kriminalitas yang menjadikan anak tidak hanya sebagai korban, tapi juga pelaku. Adalah FA Yunianto selaku penasehat SBL Ranseba, yang saat ini mendidik, melatih dan membimbing anak-anak Ranseba.

Berdiri sejak 14 Februari 2008, menurut Yunianto kelompok sasaran Ranseba tidak hanya anak-anak tapi juga kaum marjinal dan lansia. Ada 14 orang yang tinggal di tempat ini mulai pengurus, anak-anak dan satu orang lansia.

“Yang kami lakukan adalah gerakan pendampingan sosial atas dasar kemanusiaan. Ada beberapa program seperti pendidikan minat bakat, sosial kemanusiaan, penguatan ekonomi, penguatan jejaring dan pendidikan pendampingan,” katanya pada Kominfo, (25/11).

ranseba 2

Ranseba kerap terlibat dalam kegiatan sosial, seperti memandikan gelandangan, merawat lansia, memberi sumbangan, membantu korban bencana atau bagi takjil pada saat Ramadhan tiba. Untuk aktivitas mandiri, mereka menjual rosok, menawarkan jasa kebersihan, ngamen atau mengecat dan las. Kepedulian terhadap lingkungan juga ditunjukkan dengan aksi bersih-bersih sungai, tanam pohon dan mempercantik Kampung Kongan dengan lukisan 3D.

“Anak-anak ini harus mandiri, menolong sesama serta jujur. Ini semua jadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan,” tambah Yunianto.

Keberadaan dan kiprah Ranseba cukup menarik perhatian . Tidak hanya aktif di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya, mereka kerap diundang keluar kota seperti pada peringatan Lapindo Sidoarjo, mendaki Gunung Baluran bersama atau unjuk kebolehan perkusi di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

ranseba 3

“Kami libatkan anak-anak di berbagai kegiatan agar mereka tahu, sekaligus untuk membangkitkan kepercayaan diri. Dari semuanya, membangun kepribadian, skill dan karakter, itulah yang penting,” pungkas Yunianto. (Kominfo/tee,ans,tj,wk)

banner