Friday, 18 January 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman

NKRI adalah rumah kita bersama. Dulu dibangun ulama pendahulu kita dengan pengorbanan luar biasa. Bukan pemberian cuma-cuma. Marilah kita jaga rumah ini dengan baik agar tetap aman dan damai. Sehingga membuat betah dan nyaman orang yang ada didalamnya. Jangan malah rumah kita ini dirusak.

cinta tanah 1

Demikian disampaikan KH Anwar Iskandar atau sering disapa Gus War, saat memberikan tausiyah dihadapan ribuan hadirin yang mengikuti acara Maulid Akbar yang diselenggarakan Forum Masyarakat dan Santri (FORMASI) bersama Majlis Ta’lim dan Sholawat Syubbanussalimiyah di pertigaan Taman Ringin Budho, Kecamatan Pare, Sabtu (17/11).

“Mbah hasyim asyari dulu saat menghadapi belanda, sekutu dan jepang sudah mengatakan cinta tanah air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman. Sejak tahun 1923. Jauh sebelum Indonesia lahir.” Terang ulama karismatik asli kediri ini.

“Mbah Wahab sudah sudah menyanyikan lagu syubbanul wathan tahun 1926 yang berbunyi Indonesia biladi. Indonesia negriku. Ini menandakan orang NU menegaskan nasionalisme. Pendahulu kita sudah menjelaskan betapa pentingnya rumah besar bernama NKRI,” tambahnya.

cinta tanah 2

Selanjutnya diejlaskan oleh Gus War bagaimana kita menjaga NKRI dengan mengajarkan islam nusantara. Selain itu juga menghadirkan islam penuh kebijaksanaan bukan saling menghakimi dan menjatuhkan.

“Islam nusantara yaitu islam yang ada di nusantara. Tetep solat dan ibadah lainnya hanya budaya yang digunakan adalah budaya nusantara. Memakai sarung, peci, batik itu adalah budaya Indonesia. Ndak ada di dunia lain,” Terangnya.

cinta tanah 3

“Tugas kita hadirkan islam penuh kebijaksanaan. Jangan sikut dan mengkafirkan. Cari teman sebanyak mungkin. Bukan cari musuh. Saat ini musuh kita saat ini adalah separatisme. Yakni orang yang menolak Pancasila dan pengen mendirikan negara dalam negara,” tuturnya.

“dalam kondisi saat ini di lingkungan masjid kita mari kita jaga agar jangan ada paham radikal yang masuk. Mari ajarkan islam ahlussunah wal jamaah. Maulid nabi menjadi titik awal kebangkitan mengikuti jejak rasul Muhammad SAW menciptakan masyarakat yang damai. Islam yang rahmatan lil alamin setia menjaga NKRI,” pungkasnya.(kominfo/yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner