Saturday, 23 February 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Pilihan Boleh Beda, Tapi Harus Bersatu Membangun Desa

Desa Datengan di Kecamatan Grogol adalah satu dari 32 desa yang menggelar Pilkades serentak hari ini, (7/11). Dengan jumlah pemilih 3.338 orang, pemungutan suara dilaksanakan mulai pukul 08:00 – 14:00 WIB, bertempat di lapangan Desa Datengan. Ada dua orang calon Kades yang memperebutkan suara pada pesta demokrasi ini, yaitu Dariyono dan Aripin.

datengan 1

Menurut Muhaimin selaku Ketua Panitia Pilkades, antusias warga untuk menggunakan hak pilihnya sangat tinggi. Dari awal proses pemungutan hingga penghitungan suara, warga berjubel berdesakan dan turut menjadi saksi terpilihnya calon pemimpin mereka.

“Panitia pun pro aktif menjemput serta menyediakan fasilitas angkutan bagi disabilitas atau lansia untuk bisa datang ke TPS. Kami semua berharap, apapun hasilnya semoga bisa diterima masyarakat, sehingga tidak ada konflik yang muncul di kemudian hari. Siapa pun kadesnya, itulah pimpinan Desa Datengan,” ujar pria paruh baya ini.

datengan 2

Ditemui di tempat yang sama, Camat Grogol Moch. Imron menyampaikan apresiasinya. Menurutnya sejak pembukaan acara pilkades ini berjalan aman dan lancar. “Ada dua desa di Kecamatan Grogol yang menggelar pilkades, yaitu Datengan ini dan Desa Cerme. Dua-duanya diikuti 2 calon kades. Siapa pun yang terpilih, diharapkan itulah yang terbaik bagi desa dan Kec. Grogol. Mudah-mudahan kades terpilih bisa mengabdi pada desa, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan selama tahapan pilkades kondusivitas wilayah terjaga. Aparat keamanan juga bersiaga untuk mewaspadai agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

datengan 3

Setelah kejar mengejar angka pada saat penghitungan suara, akhirnya Dariyono berhasil mengungguli Aripin dengan memperoleh 1475 suara. Sedangkan Aripin memperoleh 1440, terpaut 35 suara. Ada 48 suara tidak sah pada pilkades ini dan 375 orang tidak menggunakan hak pilihnya, yang mayoritas karena bekerja atau berada di luar daerah.

Kontestasi demokrasi ini dilaksanakan 6 tahun sekali. Masyarakat boleh beda pilihan, beda pendapat. Tapi setelah ada hasilnya, harus bersatu kembali untuk bersama-sama membangun desa,” tegas Camat Imron. (Kominfo/tee,all team,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner