Monday, 19 November 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Ngadem di Es Puter Pak No Pare

Es puter, sajian desert satu ini memang impresif. Di beberapa tempat namanya sering disebut juga es dung dung. Kendati kini marak es krim modern yang dikemas cantik, atau hadir pendatang baru es krim gelato, es krim lokal ini tak kalah juara dan selalu mendapat tempat penggemarnya.

es 1

Di Kabupaten Kediri es puter juga tidak sulit ditemui. Masih banyak penjual yang wara-wiri menjajakan olahan berbahan dasar santan, tepung dan susu ini. Namun diantara sekian banyak penjual es puter ada satu yang mencuri perhatian di dunia per es puteran Kediri.

Namanya adalah Es Puter Pak No. Alamatnya di depan Wisata Pemandian Corah, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare. Persis di tepi jalan raya yang menghubungkan Kediri dan Batu Malang. Anda akan mudah menemukan lokasi ini, karena es puter satu ini selalu penuh dengan pembeli di setiap jam operasinya.

es 2

Bukan di kios besar atau restoran berpendingin udara, Es Puter Pak No hanya berjualan menggunakan gerobak sederhana. Tak beda dengan penjual es puter keliling dan mangkal.

Penjual Es puter itu ialah Suyatno. Akrab disapa Pak No. sudah lebih dari 45 tahun dirinya berjualan es puter di wilayah Pare. Sebelum jualan di sekitar Corah dulu dirinya berjualan es puter dengan berkeliling menggunakan sepeda.

es 3

“Dulu keliling Pare jualannya naik sepeda. Lalu setelah usia semakin tua saya memutuskan mangkal di depan Corah. Ternyata alhamdulillah laris,” tutur pria kelahiran Klaten Jawa Tengah ini.

Harga per porsinya terjangkau. Hanya Rp.5.000,- sudah dapat menikmati es puter yang disajikan dengan ditambah sisipan kacang hijau, ketan hitam, roti tawar, agar-agar, mutiara, susu coklat, alpukat serta nangka. Uniknya pembeli yang menyantap es puter di lokasi bisa menuangkan susu kental manis sendiri sesuai selera.

“Ya biar pelanggan puas isiannya diberi banyak macamnya," ujarnya kepada Kominfo (31/10).

es 4

Suyatno bercerita, bahan membuat es puter miliknya pun sederhana. Yakni gula pasir, santan, tepung, dan susu. Bahan tersebut dimasukkan dalam tabung dalam wadah yang sudah diberi es batu dan garam. Selanjutnya tabung tersebut diputer hingga adonan bahan didalamnya menyatu dan membeku. Dari sinilah sajian olahan ini disebut es puter.

Dalam sehari Suyatno dapat menghabiskan lebih dari 150 porsi. Namun bila musim hujan jumlah ini dapat berkurang. “Namanya jualan es mas, kalau panas laris kalau rendeng ya sabar. Alhamdulillah hasil jualan es ini sudah bisa buat saya tabung beli sawah kalau pension besok,” kata kakek satu ini sambil tersenyum. (Kominfo/yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM

banner