Monday, 19 November 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Noto Roso Among Karso Mijil Tresno Agawe Karyo

Kamtibmas Kabupaten Kediri adalah tanggung jawab kita semua. Selain kepolisian, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, awak media dan pemerintah juga penting. Marilah kita terus berkoordinasi demi menjaga keamanan bersama Kabupaten Kediri tercinta.

ngopimas 1Demikian petikan kata Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, yang mengemuka dalam acara Ngopimas (Ngobrol Pintar Tentang Kamtibmas) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, awak media dan mahasiswa.yang digelar di Mapolres Kediri, Selasa (31/10).

Dalam acara yang santai namun penuh makna tersebut, beberapa hadirin menanggapi mengenai maraknya pemberitaan mengenai organisasi terlarang yang ingin eksis dengan mengibarkan bendera di wilayah Jawa Barat berujung dengan pembakaran bendera tersebut. Pemberitaan tersebut menjadi viral dan akhirnya masuk ranah isu nasional.

Kapolres Kediri menyampaikan peristiwa tersebut jangan sampai terjadi di Kabupaten Kediri. Masyarakat marilah kita tingkatkan kewaspadaan sekitar akan adanya kejadian mencurigakan terkait bangkitnya organisasi terlarang. Segera koordinasikan dengan tiga pilar yang ada di desa.

ngopimas 2

“Kepada seluruh masyarakat, tiga pilar dan toga tomas kami berharap terus berkoordinasi, mendeteksi sejak dini, laporkan dan waspadai bangkitnya gerakan yang merongrong keutuhan negara Indonesia. Kita harus cerdas melihat permasalahan. Semua dari kita bertanggung jawab moril atas situasi Kamtibmas,” jelas Kapolres.

Ketua PWI Kabupaten Kediri, Mega Wulandari, ikut berpesan agar masyarakat mewaspadai juga adanya berita bohong atau hoax. Perlu adanya cek dan ricek sumber dari berita tersebut agar tidak menciptakan kegaduhan dan ikut menciptakan situsi aman dan kondusif.

ngopimas 3

Sementara Ketua MUI Kabupaten Kediri, KH. Imam Sanusi, berpesan mengenai pentingnya masyarakat memahami filosofi jawa noto roso, among karso, mijil tresno dan agawe karyo.

“Kita harus mengatur perasaan diri sendiri sebelum berbagi rasa dengan orang lain. Sehingga timbul saling hormat menghormati dan rasa kasih sayang sebagai sendi dasar terciptanya saling pengertian, untuk selanjutnya bersama membangun bangsa ini dengan karya nyata,” terangnya. (Kominfo/yda,dn,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner