Wednesday, 21 November 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Yuk Lihat Fakta Sejarah Kongres Sumpah Pemuda

Dalam upacara Sumpah Pemuda di Lapangan Canda Bhirawa, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare (29/10), tampak beberapa siswa-siswi SMA di Kabupaten Kediri menggunakan pakaian adat daerah. Selanjutnya dipandu salah satu anggota Paskibraka, mereka membacakan ikrar sumpah pemuda yang isinya adalah sebagai berikut.

Pertama,

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA

Kedua,

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA

Ketiga,

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA

Ikrar ini merupakan hasil kongres pergerakan pemuda Indonesia yang digelar di Batavia (Jakarta) pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini menjadi salah satu hari bersejarah yang dikenang karena telah melahirkan sebuah ikrar pemersatu bangsa Indonesia yang dikenal sebagai sumpah pemuda.

Hal ini memang dalam setiap upacara sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 oktober, pasti dibacakan ikrar sumpah pemuda. Sebetulnya seperti apa fakta peristiwa sejarah yang melatarbelakangi adanya peringatan ini.

sumpah 2

  1. 1.Diikuti 700 peserta dari berbagai suku di Indonesia

Dilansir dari kompas.com kongres pemuda II, peserta kongres terdiri dari berbagai organisasi pemuda yang ada waktu itu. Diantaranya jong java, jong ambon, jong Celebes, jong Sumatranen bond, jong islammieten bond, sekar rukun, perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia dan pemuda kaum betawi.

  1. 2.Awalnya tak disebut sebagai sumpah pemuda

ikrar sumpah pemuda yang dibacakan dalam kongres dirumuskan oleh Mohammad Yamin. Dalam kongres tersebut yamin bertugas sebagai sekretaris sekaligus perumus tunggal naskah sumpah pemuda. Akan tetapi rumusan ikrar tersebut tak memiliki sebutan tertentu yang kita kenal sekarang. penyebutan istilah ini baru resmi sejak tahun 1959 dengan dikeluarkan keppres no. 316 tahun 1959 tanggal 16 desember 1959 yang menetapkan hari sumpah pemuda sebagai hari nasional.

  1. 3.Lagu Indonesia Raya diperdengarkan tanpa syair

Lagu Indonesia raya memiliki kaitan erat dengan sumpah pemuda karena pada kongres ini diperdengarkan untuk kali pertama. Lagu ini diciptakan dan dibawakan oleh WR Supratman. Mengingat kongres Pemuda II mendapat pengawasan ketat dari polisi Belanda. Lagu ini akhirnya hanya dimainkan dengan istrumen biola saja tanpa syair.

  1. 4.Para peserta kongres justru menggunakan Bahasa Belanda

Dalam ikrar terdapat pernyataan menjunjung Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan. Akan tetapi, selama berlangsung kongres ternyata Bahasa belanda masih mendominasi. Tak hanya pembicara, para notulen rapat pun diketahui menulis catatan menggunakan Bahasa belanda.

  1. 5.Dijaga ketat polisi belanda dan dilarang mengucap kata merdeka

Kongres berhasil digelar namun dalam pengamanan ketat belanda. Tak hanya itu, para peserta juga dilarang mengucap kata merdeka. Hal ini karena dalam situasi tersebut kongres ini dianggap bahaya oleh belanda. Meskipun begitu para pemuda cerdik menyiasati hal tersebut. Buktinya para pemuda mampu menyusun ikrar untuk menyatukan Indonesia tanpa perlu menyebut kata merdeka di dalamnya.

Fakta tersebut menjadi bukti besarnya pengorbanan para pemuda dan pemudi Indonesia pada masa itu agar dapat mengikrarkan sumpah pemuda. Oleh karena itu sebagai generasi muda tak menganggap generasi muda tak menganggap sepele peringatan ini. hendaknya momen ini sebagai motivasi terus berkarya bagi negara ini.(kominfo/yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner