Monday, 15 October 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

TMMD, Yang Jauh Menjadi Dekat

Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, dan perbatasan.

Sebagai program untuk membantu desa dalam memperbaiki sarana prasarana jalan sebagai sarana transportasi yang menghubungkan suatu desa/daerah dengan desa/daerah lainnya. Sehingga diperlukan adanya proyek penunjang yaitu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Di Kabupaten Kediri program TMMD terpusat di Kecamatan Mojo, tepatnya di Desa Jugo dan Desa Blimbing, dimana dua desa tersebut saling berbatasan dan letaknya pun di lereng Gunung Wilis. Medan untuk menempuhnya juga cukup sulit karena harus melewati perbukitan yang terjal.

Dijelaskan oleh Kepala Desa Jugo, bahwa jalan ini merupakan akses terdekat menuju Desa Blimbing. Biasanya masyarakat sekitar harus berputar terlebih dahulu jika ingin berkunjung ke desa tetangga tersebut.

tni

"Itu membutuhkan waktu yang cukup lama,” jelas Jayadi Kepala Desa Jugo pada Kominfo, (2/10).

Kegiatan TMMD yang membangun infrastruktur jalan rabat beton perbatasan antara Desa Jugo dengan Desa Blimbing Mojo ini sangat membantu warga. Panjang jalan rabat beton untuk Desa Jugo sepanjang 667 Meter, sedangkan Desa Blimbing sepanjang 1115 Meter dengan lebar jalan 3 Meter dan ketebalan 15 Cm.

Saat ini masih pra TMMD, baru nanti tanggal 16 Oktober 2018 program TMMD resmi dibuka,” terangnya.

Selain untuk akses jalan alternatif, banyak sekali manfaat lain jalan ini. Masyarakat biasa mempergunakannya untuk membawa hasil pertanian saat panen tiba. Komoditas utama Desa Jugo ini adalah tanaman cengkih.

jalan 3

Danramil Kras Supriyadi sebagai pengawas kegiatan pra TMMD mengatakan, kebetulan hari ini ia mendapat giliran menjadi pengawas dan ini sudah kedua kalinya. Setiap hari dikerahkan 10 personil untuk bahu-membahu membangan jalan rabat ini.

"Setiap hari kami bekerja mulai pukul 07:00 WIB sampai jam 16:00 WIB. Masyarakat juga ada yang membantu pekerjaan disini, biasanya ada 5 sampai 10 orang yang membantu. Gotong-royong memang sangat dibutuhkan agar pekerjaan ini cepat selesai dan jalan bisa segera dilalui oleh masyarakat," harapnya.

jalan 4

Yang menjadi kendala selama masa pra TMMD adalah medannya yang cukup terjal sehingga alat berat sulit menjangkaunya. Pada awal menggarap hanya mendapat 10-15 meter perhari, tapi sekarang sudah mudah dan tiap hari bisa menggarap 30-35 meter,” ungkapnya. (Kominfo/lks,ans,tj,wk)

banner