Monday, 15 October 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Pembukaan Festival Nanas dan Pameran Buah

Pameran Buah dalam rangkaian acara Festival Kelud 2018 kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu 29-30 September 2018 di lapangan depan Teater Kelud.

Pameran buah tersebut diikuti oleh beberapa kecamatan yang memiliki potensi buah, seperti Ngancar terkenal dengan nanas dan alpukat, Tarokan, Grogol dan Banyakan dengan mangga podangnya dan masih banyak lagi

Ada sekitar 15 stand dengan 20 jenis buah lokal yang dibawa. Dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri, 19 diantaranya ikut serta menyemarakkan event ini.

Selain pameran buah lokal terdapat pula pembagian susu gratis bagi masyarakat. Di hari pertama terdapat 500 gelas dan hari kedua 500 gelas, jadi selama kegiatan ada sekitar 100 gelas susu gratis.

festbuah 2

Ditemui usai keliling stand, Anang Widodo, SP selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri mengatakan, pameran buah ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri bersama masyarakat sekitar lereng Kelud.

"Kegiatan ini pada prinsipnya adalah sedekahan atau sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT dan sudah berjalan selama 3 tahun ini," jelasnya (29/9).

festbuah 3

Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan tumpeng nanas setinggi 6 meter. Besok pagi tumpeng nanas akan dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung yang hadir. Ada pula arak-arakan nanas yang akan mulai start dari Balai Desa Sugihwaras menuju lokasi acara.

Kabupaten Kediri memiliki pertanian nanas seluas 2.500 ha yang tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya yang terluas adalah Kecamatan Ngancar. Dengan potensi luar biasa tersebut akan mampu memperkenalkan potensi buah yang ada di Kabupaten Kediri yang nantinya dapat pula mendukung sektor pariwisata seperti wisata Gunung Kelud.

festbuah 4

"Pemerintah selalu mendukung petani buah lokal agar dapat mengembangkan pertanian. Salah satunya dengan mendaftarkan jenis varietas unggul buah lokal agar tidak diakui oleh daerah lain. Langkah seperti itu untuk merangsang masyarakat khususnya petani buah, agar lebih giat lagi menanam buah lokal tersebut," tambah Anang. (Kominfo/lks,dn,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner