Monday, 15 October 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Belajar dari Winarko, Sosok Disabilitas Yang Berjiwa Pantang Menyerah dan Sederhana

Keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi seorang untuk terus berkarya. Karena dibalik kekurangan, pasti Alloh SWT memberikan kelebihan. Itulah salah satu motivasi yang terus dipegang oleh Winarko, penyandang disabilitas yang kini sukses menjadi pengusaha beragam alat kebersihan.

Winarko sebetulnya terlahir bukan dalam kondisi disabilitas. Namun kecelakaan yang menimpa dirinya saat usia empat tahun membuat kakinya harus diamputasi. Dirinya pun harus membiasakan diri dalam kondisi keterbatasan fisik selamanya.

Malang baginya, kondisi keluarganya pun hidup sederhana. Sehingga dirinya tidak beruntung bisa menuntut ilmu hingga cukup untuk bekal kehidupan. Kendati demikian ia terus bersyukur atas keluarga yang terus memotivasinya menyongsong masa depan dan menghadapi kehidupan.

“Waktu umur empat tahun saya main kejar-kejaran dengan adik. Tapi, tertabrak kendaraan bermotor hingga kaki saya putus. Saya lalu harus belajar bagaimana beradaptasi melakukan kegiatan sehari-hari dengan satu kaki. Tapi semua pasti ada hikmahnya. Kendati hanya sekolah sampai lulus SD, saya merasa bersyukur keluarga selalu mendukung saya dalam berkarya,” jelas pria 34 tahun ini sembari menunjukkan kaki palsu yang kini ia gunakan.

winarko 3

Roda hidup terus berjalan, jiwa sederhana dan pantang menyerah yang dimiliki Winarko mengantarnya menjadi pengusaha alat kebersihan. Produk yang ia kerjakan mulai sikat botol, sikat lantai kamar mandi, kemoceng, dan meja kecil untuk mengaji.

“Berawal dari 8 tahun menjadi buruh alat kamar mandi di tetangga desa, berbekal pengalaman dan ilmunya, kini sudah lima tahun saya membuka sendiri usaha membuat sikat kamar mandi ini. Saya pilih usaha ini karena mudah dikerjakan dan pasarnya bagus. Permintaan stabil dan bahannya cuma kayu dan senar,” ujar Winarko kepada Kominfo (18/9).

Proses produksi ia lakukan di rumahnya di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah. Bahkan untuk memenuhi permintaan pasar, Winarko kini dibantu oleh empat karyawan. Pasarnya pun tidak hanya wilayah Kediri saja namun sudah mencapai wilayah Jawa Timur.

winarko 2

“Setiap minggu diambil agen sekitar 1000 buah. Nah, kalau saya kerjakan sendiri cuma bisa memenuhi 300-400 buah. Karena itu kini dibantu empat karyawan yang juga rekan-rekan difabel,” terang pria yang kini juga tergabung dalam komunitas Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK).

“Omset perbulan rata-rata bisa 8 juta lah. Tapi ya tergantung permintaan. Untuk kendala yang saya hadapi ya alat. Ada beberapa mesin yang belum punya. Saat ini masih alat sederhana, untuk mengerjakan hanya bor duduk model jadul dan gunting. Itu saja. Pengen sebetulnya dapat mesin agar semakin memudahkan pengerjaan,” pungkas Winarko sembari tersenyum. (Kominfo/yda,tj,wk)

banner