Thursday, 19 July 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Kayu Kopi, Media Tanam Anggrek di Lahan Sempit

Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang digemari. Bentuk dan warnanya yang menawan menjadi favorit banyak orang. Karena itu, banyak orang yang ingin menanamnya. Namun lahan sempit atau bahkan tidak mempunyai lahan, kerap menjadi kendala bagi mereka yang ingin membudidayakan anggrek.

anggrek 1

Hal ini pula yang menjadi perhatian Masfiatul Ummah, seorang warga Desa Tawang Kecamatan Wates yang menekuni budidaya anggrek. Mulai menanam anggrek 4 tahun lalu, awalnya ia memakai media arang dan pot tanah. Karena ia juga berkebun kopi, muncul ide memakai kayu kopi sebagai media tanam anggrek.

“Kayu kopi ini adalah dari pohon kopi yang tidak produktif, ditebang agar tumbuh lagi. Daripada hanya untuk kayu bakar, saya mencoba menjadikannya media tanam anggrek. Ternyata perkembangan anggrek jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan ditanam di pot tanah,” katanya pada Kominfo, (11/5).

anggrek 2

Masfiatul juga menggunakan akar kadaka atau moss hitam sebagai media. Akar kadaka digunakan karena media tanam ini mampu mengikat air dengan cepat dan menyimpannya dalam waktu cukup lama. Kemudian bibit anggrek ditaruh di kayu kopi dan diikat dengan benang. “Pakai arang juga bisa, tapi kalau untuk diikat di kayu, arang kan ga bisa, jadi saya pakai akar kadaka. Dengan menggunakan kayu kopi, pertumbuhan akar sangat bagus, cepat dan sehat,” terangnya.

Yang menarik, satu kayu kopi bisa digunakan untuk menanam lebih dari satu jenis anggrek. Setelah tumbuhan besar atau berbunga, kayu kopi bisa ditempel di pohon dan akar akan merambat lagi. “Kalau ditanam di pot begitu akar sudah memenuhi area tanam, pot harus dipecah dan tanaman dipindah. Ini bisa membuat akar stres dan mempengaruhi pertumbuhan anggrek. Untuk memulihkannya perlu waktu lama hingga berbulan-bulan,” tambahnya.

anggrek 3

Untuk memperkenalkan kayu kopi sebagai media tanam, perempuan 39 tahun tersebut kerap mengikuti pameran, seperti di even Bursa Buah di kawasan wisata Gunung Kelud dan pameran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri. “Saya ingin masyarakat, khususnya pecinta anggrek tahu, meski lahan sempit tapi tetap bisa menanam anggrek dengan ditempel di kayu kopi seperti ini. Selain pertumbuhannya bagus, metode ini juga tidak makan tempat,” lanjut Masfiatul.

Terakhir, ia membagi tips pada para pecinta anggrek. Menurutnya, menanam anggrek tidak hanya membutuhkan ketlatenan, tapi juga kasih sayang. “Saya menamai anggrek itu bunga kasih sayang. Karena tidak hanya menanam dan menyiram, tapi harus disayangi dan harus jeli. Cintailah anggrek seperti makhluk hidup lainnya,” katanya sambil tersenyum.

Jika Anda tertarik dengan kayu kopi sebagai media tanam anggrek, bisa menghubungi Masfiatul Ummah di nomor 0812 1708 9438, atau akun FB: Mas Azka. (Kominfo/tee,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner