Saturday, 20 October 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Potensi Budidaya Ikan Lele Menggunakan Metode Bioflok

Beberapa tahun kebelakang sistem pembudidayaan dibidang perikanan berkembang semakin pesat. Salah satunya adalah budidaya ikan lele, budidaya jenis ikan lele sering digunakan untuk budidaya karena efisien dan lebih maksimal dalam pemanfaatan lahan sempit. Metode yang berkembang saat ini yaitu metode dengan menggunakan teknologi bioflok.

lele 2

Teknologi bioflok adalah metode yang menggunakan sistem mikroorganisme untuk mengolah limbah ikan lele itu sendiri sebagai bahan makanan. Proses mikroorganisme tersebut dilakukan dengan memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) dan dengan bantuan aeratoer yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam.

Salah satu kecamatan yang membudidayakan ikan lele dengan metode teknologi bioflok adalah kecamatan grogol, lebih tepatnya berada di Desa Sumberejo dan Desa Cerme. Kepada tim Kominfo (4/4), Samsul Aziz selaku Kepala Desa Sumberejo menjelaskan budidaya ikan lele dengan menggunakan metode teknologi bioflok cukup potensial.

 

"Di Desa Sumberejo terdapat 9 kolam berbentuk bulat tabung terbuat dari jari-jari besi dan dilapisi dengan terpal plastik dengan ketinggian 1.5 m, terdapat selang aeratoer untuk sirkulasi oksigen. Tiap kolam berisi bibit lele 3.500 ekor. kurang lebih 4 bulan sudah mulai panen dengan panjang lele sampai 5 cm. dijual dipasaran kisaran harga Rp. 14.500/kg, terangnya.

lele 3

Di desa lainnya yaitu di Desa Cerme, Sutiono selaku pengelola menjelaskan kendala terdapat penyakit jamur yang membuat bibit lele banyak yang mati. Dari potensi panen lele tergantung dari perbandingan jumlah lele dan ukuran kolam. Keuntungannya lebih hemat dalam hal pakan. "Dalam pengurasan air juga tidak sembarangan, harus air bagian atas yang dikuras. Dalam proses pengisisan kolam di isi air setinggi 50 cm di beri pupuk kompos, dicampur dengan dolomit bahan dapat dibeli dari toko pupuk. Setelah satu minggu diberi tetes tebu dibiarkan selama 5-6 hari. Setelah itu baru dilepaskan bibit lele, ujarnya.

lele 1

Moch. Imron selaku Camat Kec Grogol menyampaikan pentingnya akan konsumsi ikan, khususnya ikan lele karena mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap bagi tubuh sehingga dapat mencerdaskan dan menyehatkan bagi warga. Diharapkan budidaya lele warga Sumberejo dan Cerme dengan menggunakan metode bioflok dapat dikembangkan secara maksimal dan menjadi contoh teladan bagi desa lain di Kabupaten Kediri.

“Hanya Desa Cerme dan Desa Sumberejo yang dapat bantuan langsung dari dari Kementerian Desa pusat, sehingga menjadi tanggung jawab dan kebanggaan dari warga kami untuk mengembangkan dan mengelolanya dengan baik. Sehingga kedepannya dapat bermanfaat bagi warga”, ucapnya. (kominfo/lks,yda,dn,tj,wk).

Add comment


Security code
Refresh

banner