Tuesday, 25 September 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Tawur Agung Kesanga Bermakna Memotivasi Keseimbangan Jiwa

Om Swastiastu... (Semoga Kita Dalam Lindungan-Nya)

TAWUR AGUNG 1

PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kabupaten Kediri Jumat (16/3) melaksanakan Pari Sugigih Upacara Tawur Agung Kesanga (9). Filosofi dari Tawur Agung dilaksanakan setiap akhir dari Tilem Kesanga atau sehari sebelum Nyepi. Kegiatan ini untuk penyucian Wane Agung yaitu untuk menyeimbangkan alam beserta isinya.

Walaupun panas terik yang sangat menyengat, semua masyarakat tumpek blek di seputar Patung Garuda Desa Pelem Kecamatan Pare, tampak bermacam – macam Ogoh Ogoh yang dibawa dari berbagai daerah di Kabupaten Kediri seperti dari Mlancu Kandangan, dari Besowo Kepung, dari Segaran Kayen Kidul dan masih banyak lagi.

TAWUR AGUNG 2

Patung-patung dengan ukuran raksasa ini menghiasi jalur protokol pertigaan patung Garuda Pelem, hal ini digunakan juga oleh masyarakat sekitar maupun para pelajar untuk foto selfi di depan ogoh-ogoh yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala, dalam ajaran Hindu Dharma Butha Kala mempresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Ketua PHDI Kabupaten Kediri Kadek Astrawan saat ditemui Tim Peliputan mengatakan “bahwa umat Hindu dalam melaksanakan Nyepi dilalui beberapa rangkaian pada tanggal 11 Maret 2018 telah dilaksanakan Upacara Melasti di Waduk Siman Kepung, dan pada hari ini bertepatan dengan hari Jum’at, yang mana teman-teman kita Umat Muslim akan menjalankan Sholah Jum’at,” kata Kadek.

TAWUR AGUNG 3

Upacara Tawur Agung juga bisa diartikan Tawur yaitu membayar hutang kepada alam semesta. "Selama 1 tahun kami menikmati hasil bumi dan juga melepaskan sifat-sifat serakah yang melekat pada diri manusia, kata tawur juga berarti pengembalian, karena manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidupnya,” terangnya.

Perilaku mengambil perlu diimbangi dengan perbuatan memberi, yaitu berupa persembahan yang ikhlas. Ini berarti, Tawur Agung Kesanga bermakna memotivasi keseimbangan jiwa. Hal ini sesuai dengan tema Tawur Agung Tahun 2018 yaitu “Melalui Catur BrataP enyepian, Kita Tingkatkan Solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga Keutuhan NKRI.

TAWUR AGUNG 4

“Selamat Menjalankan Hari Nyepi bagi Umat Hindu dimanapun berada, Om shanti, shanti, shanti..oom.

Selanjutnya pada Pengrupukan, ogoh-ogoh diarak. Saat upacara Pecaruan, diundanglah semua bhuta kala dari sembilan penjuru arah mata angin.“Rangkaian upacara inilah yang disebut Tawur Agung Kesanga. Secara harfiah, caru yang disajikan berupa makanan enak untuk bhuta kala. Sehingga, nanti pada saat umat melaksanakan brata penyepian di hari Nyepi, bhuta kala ini dapat dikendalikan dan pada tahun yang baru kita tidak lagi dipengaruhi sifat buruk.

TAWUR AGUNG 5

Setelah itu dilakukanlah proses Pecaruan ini dilakukan dengan mengelilingi pertigaan patung Garuda sebanyak 3 kali. Diikuti pula dengan suara teriakan yang berarti pelampiasan emosi, secara psikologis setelah melepaskan emosi seseorang akan menjadi tenang dan siap menyambut Hari Nyepi. (Kominfo, Yrpd, Fz, Tj, Wk) #kedirilagihebat.

Add comment


Security code
Refresh

banner