Saturday, 15 December 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Bersyukurlah Atas Segala Nikmat Allah SWT

Di setiap Senin minggu pertama, diselenggarakan Pembinaan Mental kepada segenap karyawan-karyawati di lingkungan Pemkab Kediri. Pagi ini (5/2) kegiatan serupa dilaksanakan di Gedung Bagawanta Bhari. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kab. Kediri H. Supoyo, SH, M.Si bersama Kepala SKPD se-Kabupaten Kediri.

mentalan 1Bertindak sebagai penceramah pada pembinaan mental kali ini adalah KH. Abdul Aziz. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya rasa syukur yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Banyak sekali nikmat yang telah kita terima, namun kita kerap lalai mensyukurinya. “Mulai bangun di pagi hari, biasakanlah mengucap syukur, Alhamdulillah.. dengan harapan karunia yang diberikan Tuhan bisa kita manfaatkan,” katanya.

KH. Abdul Aziz kemudian menjelaskan bahwa ada tiga bentuk syukur, yaitu syukur bil-lisan, syukur bil-arkan dan syukur bil-iman. Syukur bil-lisan ialah mengucapkan syukur dengan lisan, dan terhadap nikmat yang kita terima, hendaklah kita kabarkan. “Wa-amma bini'mati rabbika fahaddits, dan terhadap nikmat Allah, maka hendaklah kamu siarkan. Ketika kita mendapat nikmat, beri kabar kepada saudara, tetangga atau kerabat,” tuturnya.

mentalan 2Yang kedua adalah syukur bil-arkan, syukur dalam bentuk perbuatan. Tidak hanya terucap melalui lisan, syukur ini juga dibuktikan dengan perbuatan. “Sudah tertulis dalam Al Quran, wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun, dan aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Ibadah ini tidak hanya sholat, puasa atau haji. Ibadah adalah semua amal perbuatan yang kita laksanakan sepanjang perbuatan itu tidak bertentangan dengan hukum-hukum Allah,” lanjutnya. Karena makna ibadah yang luas ini lah, maka untuk mendapatkan pahala tidaklah sulit. Contohnya adalah dengan berkata baik dan tersenyum.

mentalan 3Syukur yang ketiga adalah syukur bil-iman, yaitu mensyukuri bahwa nikmat yang kita terima adalah bersumber dari Allah. KH. Abdul Aziz mencontohkan bahwa ketika seseorang sembuh dari sakit setelah berobat ke dokter, hakikat kesembuhan tersebut adalah dari Allah. Dokter, obat atau mungkin orang pintar, itu semua adalah perantara.

Mengutip surat At Tahrim ayat 6, KH. Abdul Aziz juga mengajak semua hadirin untuk menjadi pribadi yang baik sekaligus contoh yang baik. “Kita diperintah Allah untuk quu anfusakum wa ahlikum naro, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ini artinya kita hidup di tengah masyarakat tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Pertama jagalah diri sendiri, kemudian jadilah contoh yang baik, uswatun khasanah, baik di keluarga atau lingkungan. Mari kita benahi diri, menata diri kita masing-masing untuk menjadi lebih baik,” tegasnya. (Kominfo/tee, lks, tj, wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner