Thursday, 19 April 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Taman Monumen Moestopo Di Serbu Pengunjung

TAMAN MOESTOPO 4

Pada tanggal 18 Desember 2017 lalu Menteri Sosial RI Kofifah Indar Parawansa bersama dengan Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno meresmikan monument Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo, di Kecamatan Ngadiluwih, dan disambut baik oleh warga sekitar dengan banyaknya pedagang di sekitar monument, juga banyaknya pengunjung yang ingin menikmati taman di Monumen Prof. Dr. Moestopo.

Camat Ngasiluwih Agus Cahyono, S.Sos saat ditemui Tim Peliputan (3/1) mengatakan “saya atas nama Warga Kecamatan Ngadiluwih negucapkan terimakasih baik Kepada Ibu Menteri Sosial juga Ibu Bupati Kediri yang telah meresmikan Monumen Prof. Dr. Moestopo, ini bisa menjadi ikon ke dua setelah jembatan Ngadijo, sebagai obyek wisata dan bisa menambah incam warga sekitar” terangnya.

TAMAN MOESTOPO 1

Bisa kita lihat walaupun bukan hari libur, kalau cuaca terang banyak sekali pengunjung yang datang, baik dari wilayah Ngadiluwih sendiri maupun di luar Ngadiluwih semuanya hanya ingin menikmati pemandangan yang indah juga ingin foto selfi mengabadikan monument Prof.Dr.Moertopo, “bahkan malam haripun banyak sekali yang datang ke sini.” kata Agus.

Dikisahkan oleh Agus kenapa monument Prof. Dr. Moestopo didirikan di Ngadiluwih bukan di daerah lain “dulu kita kembali ke sejarah namanya R. Moestopo lahir di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur pada tanggal 13 Juni 1913. Pendidikan tertinggi yang ditempuh pada masa Belanda ialah STOVIT (Sekolah Dokter Gigi) yang diselesaikannya pada tahun 1937. Sesudah itu ia membuka prakatik sambil bekerja di STOVIT, bahkan pernah diangkat sebagai Wakil Direktur STOVIT.” Kenangnya


Pada masa pendudukan Jepang, Moestopo mengikuti pelatihan tentara Pembela Tanah Air (Peta) angkatan kedua di Bogor, Jawa Barat. Selesai pelatihan, ia diangkat sebagai shudanco (komandan kompi) di Sidoarjo. Akan tetapi, kemampuan Moestopo melebihi kemampuan seorang shudanco. Oleh karena itu kemudian ia diangkat sebagai daidanco (komandan batalion) di Gresik.

 TAMAN MOESTOPO 3

Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Jepang membubarkan kesatuan Peta, termasuk kesatuan Moestopo, dan senjata mereka dilucuti. Moestopo kemudian membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jawa Timur yang langsung dipimpinnya. Ia juga mengangkat dirinya sebagai Menteri Pertahanan At Interim Republik Indonesia.

Tindakan itu dilakukannya agar dapat berunding dengan Komandan Tentara Sekutu dan Pimpinan Militer Jepang, yang oleh Jaksa Agung dikukuhkan dengan surat tertanggal 13 Oktober 1945, agar drg. Moestopo bertindak secara Menteri Pertahanan dan pelaksana tugas-tugas Menteri Pertahanan. Tindakan drg. Moestopo tersebut sangat menguntungkan bagi tetap tegaknya kedaulatan Republik Indonesia, karena sebagai Menteri Pertahanan ia menerima penyerahan kekuasaan Militer dan senjata dari Jepang.

“banyak sekali sejarah untuk mengenang sang pahlawan dari Ngadiluwih ini silahkan, sampai akhirnya Mendirikan Akademi Perawatan Gigi, Akademi Pertanian, Sekolah Teknik Gigi Menengah, Kursus Chair Side Assistence/Technik Gigi/Dental Hygienis, Yayasan Pendidikan Prof. Dr. Moestopo Bandung.” Cerita Agus

TAMAN MOESTOPO 2
“Mayor Jenderal Pur. Prof. Dr. Moestopo meninggal dunia pada tanggal 29 September 1986 di Bandung. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Ia menerima berbagai penghargaan; yang tertinggi ialah Bintang Mahaputra Utama RI dan Atas jasa-jasanya Pemerintah RI menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 068/TK/Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.” Terangnya

Sampai sekarang dengan dibangunnya Monumen Prof. Dr. Moestopo “menunjukan betapa besar jasanya, kita sebagai warga Kabupaten Kediri khususnya Kecamatan Ngadiluwih merasa bangga, semoga Moestopo Moestopo lain bisa lahir dan bisa memajukan Desa juga wilayahnya paling tidak bisa mengikuti jejak kepahlawanannya” imbuh Agus. (Kominfo, Yrpd, Tj, Wk). #kedirilagihbebat

Add comment


Security code
Refresh