Sunday, 24 June 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Baksos Penderita Kanker Serviks Peringati Hari Ibu ke 89

BAKSOS H.IBU JW 6

Banyak sekali ungkapan untuk mengartikan dan mengakui keberadaan ibu, baik disadari atau tidak dilubuk hati yang paling dalam apalagi disaat kita sedih dan susah selain Allah SWT pastilah kita menyebut nama Ibu, begitu juga ajaran dari Nabi Muhammad SAW dalam ajaran agama Islam.

“Kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Tafsir Al-Qurthubi X : 239)

BAKSOS H.ISU

Dalam rangka memperingati Hari Ibu Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Panitia Peringatan Hari Ibu ke 89 tahun 2017 mengadakan bakti social di Desa Jeruk Wangi Kecamatan Kandangan (14/12) tampak hadir dalam kegiatan tersebut Katua Panitia Hari Ibu ke 89 juga sebagai Ketua Bhayangkari Polres Kediri Thya Erick Hermawan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Yuni Supoyo, Ketua Dharma Yukti Karini, Ketua IAD Kejaksaan, Ketua Cabang Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0809 Kediri, Kepala DP2KBP3A Dra. Wuryandari Josep, M.Si, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Muspika Kecamatan Kandangan bersama Ketua TP PKK Kecamatan Kandangan dan masih banyak lagi.

Ketua Panitia Hari Ibu Thya Erick Hermawan mengatakan “tujuan dari pada kegiatan ini untuk berbagi dengan saudara yang menderita penyakit seperti yang dialami ibu Kholiyah warga RT 2 RW 2 Desa Jeruk Wangi Kecamatan Kandangan penderita kanker serviks yang sudah parah, kami semua yang hadir disini untuk menghibur dan memberikan semangat, untuk terus menjalani kehidupan ini dan pasrah” terangnya.

BAKSOS H.IBU JW 8

“selain itu juga kami memberikan bantuan sembako dan sedikit uang untuk berobat atau membeli obat-obatan yang diperlukan, hidup memang tak selalu di atas. Kadang, ada saatnya keadaan memaksa kita untuk berada di situasi yang tidak menyenangkan. mungkin merasakan kondisi yang sangat buruk hingga seolah tak lagi ada harapan. Tapi kita harus selalu berpikiran positif, tetap Fun untuk menjalani hidup ini, berpikirlah untuk sembuh dan berbuat baik untuk orang banyak”, kata Thya memberikan harapan.

BAKSOS H IBU 3

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kediri Yuni Supoyo menambahkan “Sesungguhnya masalah dan penyakit yang manusia alami, terjadi atas izin dan kehendak Allah. Tak ada satu helai daun pun yang terjatuh ke dunia ini kecuali pasti telah dicatat oleh Allah sebelumnya dalam Lauhul Mahfudz. Termasuk juga dengan penyakit yang kamu derita, juga sama, pasti sudah Allah catat dan rencanakan sebelumnya. Katanya memberikan motivasi untuk semangat menjalani kehidupan ini.

BAKSOS H.IBU JW 2

Karena Allah sayang sama kita, Jika kita semakin dekat pada Allah karena sakit yang kita rasakan sekarang, maka sesungguhnya itu bukanlah penyakit, bukan pula masalah, tapi itu adalah rahmat dan kasih sayang Allah melalui sakit yang diberikannya pada kita. “Bersyukurlah karena dengan sakit ini kita bisa semakin dekat padaNya dan dengan sakit ini pula dosa-dosa kita jadi dihapuskan oleh Allah. Tetaplah ikhlas dan sabar dalam menghadapi semua ini, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar lagi tawakkal.” Itulah yang diucapkan juga oleh Ketua IAD Kejaksaan Kabupaten Kediri.

Ibu Kholiyah penderita kanker serviks saat ditanya usianya sudah lupa, perkiraan usianya sekitar 65 tahun, “sejak 6 bulan terakhir ini saya merasakan sakit di bagian perut yang sangat luar biasa (suakittt sampe arep semaput) katanya dalam bahawa jawa yang kental khas wong ndeso.

BAKSOS H IBU 2

“saya sudah berusaha untuk berobat baik di RSUD Pare sampai ke Surabaya, diutus kapure kemo. Laaa kulo mboten wanton kemo, sak niki kok ngedali darah (diminta untuk kemo, saya tidak berani kemo, sekarang kok mengeluarkan darah)” itulah sekelumit wawancara dengan Kholihat walaupun penyakit yang dideritanya tetapi tampak ramah menyambut tamu yang hadir kadang juga tersenyum, menambah semangat untuk menjalani kehidupannya.

BAKSOS H.IBU JW 1

Melihat senyumnya dan tatapan mata yang berbibar menahan haru dan air mata yang akan tumpah sambil terbata – bata mengucapkan “terimakasih kepada semuanya, dengan kunjungan dan perhatian ini saya sangat senang sekali, karena saya tahu penderita kanker serviks seperti saya di Kabupaten Kediri ini sangat banyak tetapi saya yang terpilih untuk dikunjungi”. Katanya penuh haru. (Kominfo, Yrpd, Fz, Tj, Wk) #kedirilagihebat.

banner