Sabtu, 16 Desember 2017

Blora Bawa Pulang Pesona Kelud

BLORA N KELUD 5

Setelah puas Kaji Banding tentang Progam KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) tentang penanganan dan penurunan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi), kini mereka refresing melepas lelah, dengan Ketua Rombongan Tim Kaji Banding Kabupaten Blora dipimpin oleh Suharyanto, SKM, MM didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr.Adi Laksono, M.MRS diwakili dr. A. Nugroho, PL Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (7/12)

BLORA N KELUD 3

Kedatangan 2 bus dengan sekitar 75 orang Tim Kaji Banding Kabupaten Blora dengan mengusung tema “Piknik Bukan Lagi Mitos” ke obyek wisata andalan Kabupaten Kediri Gunung Kelud, disambut oleh Plt.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir.Adi Suwignyo, M.Si diwakili Plt. Kabid Pemasaran/Promosi Eko Priatno Triwarsono, SS dan Kasi Promosi Pariwisata Nadlirin,SH.

BLORA N KELUD

Plt. Kabid Pemasaran/Promosi Eko Priatno Triwarsono, SS memberikan cinderamata kepada Ketua Tim Kaji Banding Kabupaten Blora Suharyanto, SKM, MM, karena banyaknya peserta dan mereka disiapkan 2 buah angkutan pariwisata untuk bisa naik ke parkiran dua Gunung Kelud yang sebagian sambil menunggu angkutan wisata Kelud mereka disuguhkan film erupsi Gunung Kelud di Gedung Theater.

BLORA N KELUD 2

Berburu kabut itulah kesan pertama karena hari juga sudah sore dan kabut tebal menyelimuti Gunung Kelud saking tebalnya kabut menjadikan jalan basah seperti habis diguyur hujan, rombongan pertama tiba di parkir 2 Gunung Kelud mereka mendengarkan sekilas paparan sejarah Gunung kelud oleh Eko Priatno Triwarso.

BLORA N KELUD 6

Tanya jawab spontanpun terjadi saat penjelasan tentang gunung “apa masuk gunung Pamitra Juga” dijawab Eko “tidak karena Pamitra ada di Mojokerto, untuk Gunung Kelud memiliki siklus Erupsi 7 tahunan, jadi nanti bisa mersani (melihat) filmnya sinema bagaimana proses terjadinya erupsi Gunung Kelud”, terang Eko.

“tahun 2007 Gunung Kelud meletus tidak secara eksplosif, Letusan pada tahun 2007 dianggap "menyimpang" dari perilaku dasar Kelud karena letusan bertipe freatik (leleran dengan letusan-letusan kecil) bukan eksplosif sebagaimana letusan-letusan sebelumnya. Selain itu, letusan ini menghasilkan suatu sumbat lava berbentuk kubah yang menyebabkan "hilang"nya danau kawah, dan mengeluarkan anak gunung kelud, ” Paparnya.

BLORA N KELUD 8

“baru pada tahun 2014 anak Gunung Kelud inilah yang meletus, Letusan Kelud 2014 dianggap lebih dahsyat daripada tahun 1990. meskipun hanya berlangsung tidak lebih daripada dua hari, dan dampak dari letusan sampai mendunia mungkin juga sampe ke Blora hujan abunya”, tambah Eko sambil menunjuk sisa-sisa letusan Gunung Kelud.

BLORA N KELUD 1

Setelah puas berfoto selfi untuk oleh-oleh di bawa pulang ke Blora menyerbu nanas Kelud baik nanas madu maupun nanas Quin juga durian kelud, dam memborong nanas Kelud untuk oleh-oleh dibawa pulang ke kabupaten Blora. (Kominfo, Yrpd, Ans,Tj,Wk).#kedirilagihebat

Add comment


Security code
Refresh