Sabtu, 16 Desember 2017

Komisi B DPRD Provinsi Jatim Kunjungi Sentra Labu Madu

Desa Toyoresmi sebagai sentra labu madu semakin dikenal luas. Pengembangan budidaya labu yang dilakukan kelompok tani dan masyarakat setempat, disertai dengan pemasaran aneka olahan produk labu menjadi daya tarik tersendiri. Senin (4/12), sentra labu di Dusun Besuk Desa Toyoresmi mendapat kunjungan dari anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini adalah dalam rangka meninjau pengembangan pertanian berbasis industri pengolahan dan pariwisata di Kabupaten Kediri.

labu 1

Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Prov. Jatim Ach. Firdaus Febrianto, SH., MM., didampingi perwakilan dari Dinas Pertanian Prov. Jatim, Dinas Pariwisata Prov. Jatim dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim. Memasuki kawasan sentra labu, sejauh mereka memandang tampak buah-buah labu bergelantungan. Bentuknya yang unik juga mengundang penasaran. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan, mulai dari luasan lahan, waktu tanam labu, pembelian bibit hingga proses olahan aneka produk berbahan dasar labu.

Para anggota kelompok tani Sekar Gading sebagai pembudidaya labu di Desa Toyoresmi tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kepada anggota Komisi B beserta rombongan, mereka menyuarakan keinginan dan harapan terkait dengan pengembangan budidaya labu madu agar semakin maju.

labu 5

“Pengolahan pertanian labu masih manual, pengolahan produknya selama ini pun masih tradisional. Jika ada peralatan baik untuk pertanian maupun pengolahan makanan, tentunya akan sangat membantu. Begitu juga halnya dengan pelatihan pengolahan produk pertanian,” ujar Yulianto, salah satu anggota Poktan.

Menanggapi pernyataan Yulianto, Bagus Sasmito dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim mengungkapkan bahwa program pelatihan SDM, pengolahan produk hingga tahap packaging dilaksanakan. “Untuk alat atau mesin pengolah produk, mungkin bisa disinergikan, seperti apa dan untuk produk apa. Plus pelatihan-pelatihan, baik SDM maupun efisiensi produk, hingga pengemasan, uji nutrisi, merk dan logo, kita lakukan,” urainya.

labu 4

Terkait dengan keinginan warga menjadikan Toyeresmi sebagai destinasi desa wisata, salah satu anggota Komisi B Moch. Alimin, S.Sos, MM. menyampaikan bahwa ada banyak hal yang harus disiapkan. Menurutnya, minimal ada tiga hal yang harus ada di Desa Wisata yaitu apa yang bisa dilihat pengunjung, apa yang bisa dilakukan pengunjung di tempat tersebut dan apa yang bisa dibeli pengunjung.

“Keberadaan desa wisata tentu menjadi pengungkit perekonomian yang ada di daerah. Pengembangan produksi labu madu ini perlu terus dikembangkan agar lebih baik, tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

labu 3

Selain berdialog dan berdiskusi dengan anggota Poktan, seluruh rombongan Komisi B juga berkesempatan mencicipi aneka produk olahan labu. Dengan antusias, mereka menikmati dawet labu, getuk pisang labu, kripik, bakso dan olahan lainnya. Rasa manis dan segar dari buah berbentuk angka 8 ini mampu memanjakan lidah. Puluhan buah labu dan beragam produk olahannya pun diborong dijadikan oleh-oleh sebelum mereka bertolak pulang. (Kominfo/ tee, ans, tj, wk)

Add comment


Security code
Refresh