Kamis, 18 Januari 2018

Menikmati Panen Durian Slumbung di Mlancu, Kandangan

Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan sejak festival Durian Kandangan tahun 2016 semakin berkibar namanya. Kini satu hal yang menjadi menjadi ikon desa tersebut adalah Durian Slumbung.

durian slumbung mlancu 3Apalagi sejak varietas buah durian ini diakui sebagai durian paling ‘mak nyusss’ dalam kompetisi tersebut. Banyak orang luar daerah yang datang langsung datang ke desa tersebut untuk njajal kelezatannya.

Tidak terkecuali pada Jumat (23/11) Ketua TP3 Kabupaten Kediri Ir.H. Sutrisno juga datang ke Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan untuk menikmati Durian Slumbung. Beliau mendatangi salah satu petani durian slumbung yakni Mulyono. Hadir dalam kesempatan tersebut kepala OPD Pemkab Kediri, jajaran Muspika Kecamatan Kandangan dan para petani durian.

durian slumbung mlancu 2

Dalam kesempatan yang jauh dari nuansa formal ini, Sutrisno menayap seluruh petani sekaligus menanyakan kendala yang dihadapi petani durian saat ini. Tak lupa pula beliau memberikan saran dan arahan agar Desa Mlancu semakin maju dalam budidaya holtikultura.

“Untuk bisa maju infratruktur dasar memang harus dibenahi. Seperti kita lihat jalan untuk simpangan mobil terlalu mepet. Sehingga saya sarankan dilebarkan. Kalau jalan lebar dan bagus pasti pengunjung yang akan datang ke mlancu lancar dan meningkat.” Tutur pria yang juga mantan PNS penyuluh pertanian ini.

durian slumbung mlancu 1“Akhirnya penjualan durian yang selama ini harus dijual ke Jombang, Mojokerto, Surabaya dan harganya rendah tidak perlu lagi. Petani akan bisa langsung menjual ke pembeli langsung karena sudah datang kesini sendiri dan harganya pun lebih baik. Akhirnya meningkatkan kesejahteraan.” Terangnya.

“Bahkan bila sudah seperti itu, menjadi jujugan pengunjung bisa menjadi lokasi agro wisata yang dikemas wisata petik sendiri. Bisa juga dikemas menjadi desa wisata. Dimana wisatawan akan menginap di homestay warga ikut kegiatan sehari-hari seperti merawat durian, berkebun, mengolah UKM berbahan dasar durian, dan malamnya melihat pertunjukan tradisional yang khas warga disini.” Tandasnya. (Kominfo/yda,lks,fz,wk)

Add comment


Security code
Refresh