Monday, 15 October 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Kekuatan Manusia Terbatas, Lebih Baik Mensyukuri Nikmat Yang Diberikan Allah SWT.


“Yang dinamakan Kaya, adalah Kaya Jiwa, Kaya Hati, bukan kaya harta dan benda Alangkah bahagia kehidupan orang yang hati, jiwa, dan pikirannya selalu merasa kaya. Mensyukuri nikmat yang ada tanpa terus mengangankan segala yang dipunyai orang. Harta sekedarnya selalu digunakan untuk memacu amal baik dan ibadah.” Demikian sekelumit pemberian support dalam pembinaan mental yang disampaikan Ibu DR. Lilik Gholizah Badrus Pengasuh Ponpes Al Hikmah Putri Kecamatan Purwoasri (6/11)

MENTAL BASEMENT 1

Kegiatan Pembinaan Mental bagi Seluruh Karyawan dan Karyawati Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri bertempat di Basement Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, sebelum kegiatan mental dimulai semuanya mengikuti apel pagi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri H.Supoyo, SH, M.Si.

Turut hadir dalam pembinaan mental kali ini Wakil Bupati Kediri Drs. H.Masykuri, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri H.Supoyo, SH, M.Si, Kepala SKPD berserta Staf se Kabupaten Kediri mengikuti dengan hikmad pembinaan mental sebagai kegiatan rutin setiap minggu pertama setiap bulannya.

Lebih lanjut disampaikan “kalau boleh saya mengupas mental, secara tekhnologi itu sama artinya dengan fisikis, jiwa, mental, agama, atau bisa disebut jiwanya agama” karakter dalam menghadapi dan menilai serta menyampaikan pesan-pesan agama”. Hidup ini sangat amat terbatas, kita sendiri sadar dan sangat sesadar sadarnya bahwa kekuatan kita manusia terbatas, dan itu disebutkan dalam Al’Quran” terangnya.

MENTAL BASEMENT 3

Allah SWT menciptakan kita semuanya dalam keadaan dhofin (lemah), kita bisa kembali di masa-masa kita dilahirkan, ketika kita melahirkan, ketika anak-anak kita melahirkan, sosok yang sangat lemah’ “monggo kembali ke masa yang dulu, ora iso opo-opo” tegasnya, setelah itu proses anak, remaja kemudian dewasa dan saat ini seperti kita semuanya.

Setelah kita diberi kekuatan kita kemudian lemah dan dilemahkan oleh Allah SWT “saya tanya kepada yang hadir disini, untu ne wes mulai cekot-cekot mboten, boyok e ewes mulai bermasalah mboten, “enggeh” jawab hadirin itulah kita mulai dilemahkan. Mulai dhofin yang pertama dan kedua sangatlah berbeda.

“Kalau lemahnya bayi atau arek cilik itu melah lucu. Ambune yoo enak, segar” tapi dhofin yang kedua itu melelahkan bagi yang mengalami apalagi yang ngeramut, apalagi anak-anak kita yang meramut, sebagai contoh ada seorang ibu punya anak 7 dan anak-anaknya jadi semua, ketika sang ibu ini sudah loyo dan tidak bisa apa-apa, tidak ada satupun anaknya yang mendampinginya, malah dipanggilkan orang untuk ngopeni.

Inilah perjuangan orang tua, setelah anak-anaknya bisa hidup mandiri, tinggallah ibu seorang diri yang telah mendoakan kita, inilah sebagai salah satu mental agama. Apakah kita sering menyapa ke ibunya, dalam arti tidak bisa secara fisik hanya dengan kring, apakah dibiarkan oleh ibu, “tidak”, walau hanya sekedar menyapa dan menanyakan keadaannya, hari ibu sudah merasa senang, bungah dan bangga sekali. Tambah Lilik.

MENTAL BASEMENT 2

Hanya dengan sapaan-sapaan seperti itulah Alhamdulilah kehidupan rumah tangga akan bahagia, Insya Allah” apalagi kita dalam keadaan lemah dan beruban, walaupun saat ini uban bisa disiasati dengan menyemir menjadi hitam, kelemahan inilah harus menjadi mental agama, bahwa kekuatan kita terbatas.” Tekannya.

Pertanyaannya adalah apakah yang sudah kita siapkan untuk kejalanNya, maka mental agama sebenarnya harus dihayati dan dijalankan, dan harus ada perubahan. Dengan kita bisa menyiapkan waktu yang tersisa ini, ingat kepada Allah, agamalah jalannya untuk bekal menghadap Allah, ada gambaran bahagia tapi gambaran bahagia itu bisa saja musibah bagi orang lain.

MENTAL BASEMENT 4

Ada nikmat yang sesungguhnya, ada nikmat yang menjadi neke’ mah “lek iki syukur malah barokah, leg ga syukur ndodro ga karuan”. Saya, juga semuanya yang hadir disini karena orang tua kita, yang mendoakan orang tua kita, lantaran semuanya jerih payah dari orang tua, ikut mendoakan putra putrinya menjadi orang yang berguna, bagi agama, nusa dan bangsa. Kata Lilik dengan penuh semangat.

Apa yang sudah kita sisihkan waktu, tenaga dan pikiran kepada yang memberikan nikmat. Tapi kalau kita kurang bersyukur, bahkan tidak adanya penghayatan sama sekali kepada Allah SWT, kalau kita sadar dengan kekurangan ini tidak ada lain kita harus kembali mengingat Kebesaran Allah SWT dan selelu bersyukur Kepada-Nya.

MENTAL BASEMENT 5

Konteks jiwa dan batin kita kosong kena musibah dan dicoba oleh Allah SWT, maka kita harus selalu ingat kepada yang memberi nikmat. Mudah-mudahan kita diselamatkan, dihindarkan dari kelengahan-kelengahan oleh Allah. Batinnya tenang, karena tidak diperbudak dunia, tetapi justru merajai dunia. Rasulullah memuji pribadi demikian. “Sungguh berbahagia orang yang masuk agama Islam dan diberi rezeki cukup, serta dikaruniai Allah sifat qana’ah atas segala yang diberikan kepadanya. Harapnya dalam memahami makna kehidupan ini. (Kominfo, Yrpd, Fz, Wk)

Comments   

 
0 #1 Pembicara Internet M 2017-11-10 09:26
Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

banner