Kamis, 18 Januari 2018

Ekspedisi Kediri Lagi Episode 2 “Goa Jepang dan Alas Pospo”

GOA JEPANG2 1

Kabut tebal, rombongan Tim Ekspedisi Kediri Lagi tepat berada di tengah-tengah kabut tebal, kiri dan kanan pemandangan yang sangat indah dan mempesona, Keagungan Tuhan begitu besar, gunung yang menjulang tinggi, kompak saling membantu ada yang mencari kayu bakar untuk api unggun karena cuaca malam yang sangat dingin 5 derajat Celsius, walaupun kabut tebal tapi bulan sabit tampak jelas menyelimuti malam yang dingin.

Pagi pukul 05.00 Wib semua rombongan sudah bangun ingin mengabadikan matahari terbit diufuk timur, karena kabut yang sangat tebal jadi tidak bisa melihat matahari terbit, akhirnya diputuskan untuk melihat goa Jepang, dari tempat kita istirahat goa jepang sekitar 500 m turun atau berada dibawah tempat Tim Ekspedisi Kediri Lagi bermalam.(29/10).

GOA JEPANG2 9

Wakil Bupati Kediri Drs.H.Masykuri, MM menjelaskan “Tim Ekspedisi Kediri Lagi, saat ini berada di ketinggian 1769 mdpl, bersama sekitar 40 personil menjelajahi “Alas Puspo, Goa Jepang dan Air Terjun Gopley” . dengan suhu 14 derajat Celsius, walaupun sudah pukul 06.30 Wib tapi cuaca sangat dingin dan masih diselimuti kabut yang sangat tebal seolah-olah kita berada di atas awan.

“Dengan jarak tempuh sekitar 12 km, kita berangkat dimulai dari ketinggian 1200 mdpl, saya bersama kawan-kawan pencinta alam Tim Ekspedisi Kediri Lagi menuju ke Goa Jepang, disebelah kiri saya sekitar 500 m dengan jalan yang menurun dan untuk “Alas Puspo” sekitar 500 m arah kanan saya”, terang Masykuri sambil menunggu terbitnya sang surya.

GOA JEPANG2 8

“Saya menghimbau khususnya kepada kawan-kawan penggemar lintas alam, penggemar pendakian, medan ini sangat menantang, saya undang juga saya tantang kawan-kawan untuk bisa datang kesini menyaksikan bagaimana Goa Jepang juga Alas Puspo.dengan usia saya 60 tahun bisa mencapai puncak Alas Puspo, ayooo untuk kawan semuanya kita nikmati Anugerah Ilahi yang diberikan kepada Kabupaten Kediri, dengan pemandangan alam yang indah, untuk kita nikmati dan syukuri dan menjadi salah satu Destinasi Wisata Kabupaten Kediri. “ Kata Masykuri penuh harap juga himbauan.

Catur Andiranto memandu kami Tim Peliputan menuju ke Goa Jepang, seperti yang disampaikan oleh Pimpinan Rombongan Tim Ekspedisi Kediri Lagi Drs.H.Masykuri, MM sekitar 500 M arah kiri dan turun karena banyaknya kabut dan kondisi basah membuat kami ekstra hati-hati. Sebelum sampai di Goa Jepang kami menemukan lempengan marmer merah atau lempengan yang terbuat dari batu bata merah. Jarak dari Goa sekitar 5 M.

GOA JEPANG2 2

Menuju ke Goa Perlindungan Jepang karena kami tidak membawa senter untuk penerangan didalam goa jadi kami menggunakan lampu di HP untuk menerangi dalamnya Goa, “Goa ini karena sudah tertutup dengan tanah jadi bibir atau mulut goa menjadi sempit, untuk lebar mulut gua sekitar 2 M, dengan ketinggian sekitar 2 M, saat kami mau masuk ternyata Goa Perlindungan Jepang ini dipenuhi air seperti kolam renang dengan kedalaman ½ meter atau 0,5 meter.” Terang Catur.

GOA JEPANG2 4

Lebar dalam goa sekitar 3 M dengan bentuk U bisa juga seperti huruf T, kondisi air didalam goa sangat dingin sekali seperti air dari kulkas, cesss uademmm kata orang khas Kediri, “ini diyakini sebagai Goa Perlindungan Jepang, dengan atap atau atasnya terbuat dari tanah biasa, goa ini memang buatan manusia, dulu disini ada penyanggahnya yang terbuat dari kayu” kata Catur sambil menunjuk dinding goa.

GOA JEPANG2 3

Kalau air ini kosong lantai goa bisa kita lihat bekas ompak dari kayu, dengan kedalaman sekitar 5 M, dengan bentuk T kekanan dan kekiri masing-masing 4 M, ada binatang kelelawar yang besar di dinding goa yang bentuknya sangat aneh lain dari kebanyakan yang kita lihat, “sebetulnya ini besar kalau kita lihat kedalam ternyata sangat lebar ini bisa terlihat dari bekas penyangga goa” terang Catur.

Setelah puas kami merekam Goa Perlindungan Jepang kami bergeser ke atas naik lagi melewati camp tempat kita mendirikan tenda untuk menuju “Alas Puspo”, “ untuk jalan ke Hutan Puspo tidak terlalu naik dan turun jadi landai-landai saja bisa dibilang sejajar dengan camp kita, jadi hutan puspo berada di punggungan pegunungan”. Jelasnya.

GOA JEPANG2 5

Sebelum memasuki hutan puspo ada parit yang berukuran besar jadi parit tersebut sepertinya sengaja dibuat, kemungkinan parit ini dibuat pada saat menanam pohon, untuk melindungi supaya tidak terjadi erosi, hutan pospo melewati semak belukar yang sangat tebal diatas kita jadi kalau berjalan kita harus menunduk karena banyaknya semak yang menyatu.

“Memasuki hutan puspo dengan ketinggian pohon sekitar 70 M lebih perkiraan bisa mencapai 100 M” dengan pohon yang sangat lurus semuanya berdiri berjajar teratur karena lurus itulah yang membuat unik dan menarik dari hutan puspo, pertanyaannya adalah mugkin tidak yaaa dengan adanya pencurian kayu besar-besaran tapi di alas puspo semuanya masih utuh.

GOA JEPANG2 6

Kayu yang ditanam sejenis kayu meranti diperkirakan luas hutan puspo sekitar 10 Ha, Andi salah satu serta yang juga pemula untuk kagiatan pencinta alam sangat kagum hanya bisa bilang “Sangat Luar Biasa, kita bisa melihat pohon-pohon yang menjulang tinggi, hawa pengunungan yang sejuk dan bisa berada ditengah-tengah kabut, seperti Negeri Diatas Awan” katanya.

Setelah puas mengabadikan alas puspo kami kembali ke camp untuk sekedar menikmati sarapan juga berkemas menuju pulang dengan perjalanan yang sama Cuma medannya kebanyakan menurun dan basah kalau tidak hati-hati bisa terpeleset bahkan ada juga yang mengalami kram.

GOA JEPANG2 7

“Kediri Lagi … OK… Salam Sumpah Pemuda” teriak Tim Ekspedisi Kediri Lagi “Tunggu kelanjutan Ekspedisi Kediri” kata Masykuri dengan bangga. (bersambung) pada episode Tim Termuda dan Tertua Ekspedisi Kediri Lagi (Kominfo, Yrpd, Wk).

Add comment


Security code
Refresh