Senin, 23 Oktober 2017

Lestarikan Kesenian Jaranan Peninggalan Leluhur Kabupaten Kediri

Berbicara dengan baik dan fasih adalah seni yang hebat, tapi mengetahui saat yang tepat untuk berhenti berbicara juga tindakan yang sama-sama hebat. Seni membersihkan jiwa kita dari debu-debu kehidupan setiap hari. Memahami tidaklah cukup; kita harus mengaplikasikannya. Berharap tidaklah cukup; kita harus mewujudkannya.

JARANAN 2

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir.Adi Suwignyo, M.Si disela-sela kesibukannya mempersiapkan lokasi untuk ajang yang sangat bergengsi dan sebagai penutupan rangkaian kegiatan Festival Kelud 2017 yaitu Kediri Vulcano Road Run (KVRR) di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar (3/10) mengatakan terikakasih kepada semua seniman dan budayawan yang se Kabupaten Kediri.

Selama 2 (dua) hari telah diadakan Festival Jaranan dari tanggal 30 September dan 1 Oktober 2017 dengan jumlah peserta masing-masing mewakili Kecamatan se Kabupaten Kediri jadi ada 26 Peserta yang ikut menyemarakan dan mensukseskan Festival Jaranan dalam rangka Festival Kelud tahun 2017 ini.

JARANAN 3

Bagi masyarakat Kabupaten Kediri kesenian jaranan memang sudah tidak asing lagi bahkan sebagai salah satu seni budaya yang ada di Kabupaten Kediri, Tari Jaranan adalah kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari dengan menaiki kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Selain kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Terang Adi Wignyo.

JARANAN 5

Tari Jaranan ini merupakan kesenian yang sangat terkenal di Jawa Timur, di beberapa daerah di Jawa Timur kesenian jaranan ini masih tetap hidup dan di lestarikan. Salah satunya adalah kabupaten Kediri yang menjadikan tarian ini sebagai tarian khas di kita. Tarian jaranan ini populer di daerah Jawa bagian timur, mulai dari Ponorogo, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Malang bahkan sampai Banyuwangi. Beberapa diantaranya memang mirip, namun tentu saja masih ada beberapa perbedaan.

Oleh karena itu kita harus bangga bahwa kesenian jaranan bisa tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kediri, jadi marilah kita lestarikan budaya bangsa utamanya budaya Kabupaten Kediri. Karena Tari jaranan merupakan kesenian yang memiliki asal beragam dan sejarah yang cukup panjang.

JARANAN 4

Kesenian ini lahir saat kerajaan kuno Jawa Timur berdiri sehingga dapat dikatakan bahwa kesenian ini adalah tradisi leluhur dari masyarakat Jawa Timur. Di era modern ini masih ada masyarakat yang melestarikan kesenian daerah yang sudah berumur ratusan tahun untuk mengingat sejarah dan asal usul kita. Kita patut berbangga tentang hal ini, saat banyak orang lain melupakan kesenian ini, kita masih berkesempatan mengenalnya, melestarikannya sampai sekarang. Jelasnya

Dewan Juri kita datangkan dari Tulungagung yaitu Agus Budiono, dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Bambang Supono dan dari Polresta Kediri. dengan persaingan yang sangat ketat karena semuanya bagus dan menampilkan perpaduan kreasi juga dukungan dari para sesepuh di masing-masing Kecamatan membuat para Juri adu argumentasi dalam penilaian.

JARANAN 1

Akhirnya dengan kata sepakat mereka berhasil memilih pemenang di Festival Jaranan yaitu :3 Penyaji Terbaik Non Rangking diraih oleh Kecamatan Gurah, Kecamatan Mojo dan Kecamatan Ngadiluwih, sedangkan 3 Pemecut Terbaik Non Rangking dari Kecamatan Papar, Kecamatan Ngancar dan Kecamatan Ngadiluwih, dan yang terakhir 3 Busana Terbaik Non Rangking diraih oleh Kecamatan Gurah, Kecamatan Mojo dan Kecamatan Ngancar. Kata Adi Wignyo

Seorang intelektual adalah orang yang mengatakan hal yang sederhana dengan cara yang sulit, seorang seniman adalah orang yang mengatakan hal yang sulit dengan cara yang sederhana. Seni bukan hasil kerajinan, melainkan transmisi perasaan artis atau seniman yang telah mengalaminya. (Kominfo, Yrpd, Usm, Ans, Wk)

Add comment


Security code
Refresh