Senin, 23 Oktober 2017

Larung Sesaji Gunung Kelud, Sebuah Tradisi dan Wujud Syukur Kepada Tuhan YME

Memperingati tahun baru islam 1439 Hijriah, masyarakat lereng gunung Kelud melaksanakan Ritual Larung Sesaji. Kegiatan turun temurun ini diikuti oleh 10 desa kecamatan Ngancar yaitu Babadan, Bedali, Kunjang, Sugihwaras, Manggis, Pandantoyo, jagul, Margourip, Ngancar, Sempu (30/9)

Larung 1Ratusan warga sangat antusias menyaksikan kegiatan tahunan ini. Sejak pagi mereka sudah memadati parkiran yang menjadi lokasi berlangsungnya ritual yaitu di Pakiran atas rest area gunung Kelud. Tidak itu saja, mereka juga terus mengabadikan setiap moment pada acara tersebut sebagai dokumen bahwa Kab. Kediri Kaya akan tradisi dan kebudayaan.

Sebelum acara dimulai masyarakat yang hadir disuguhi dengan tarian yang sudah menjadi ikon Nasional yaitu tarian reog Ponorogo. Setelah acara pembukaan, ditandai dengan Camat Ngancar Arif Gunawan, SH mengayunkan Cemeti seluruh hasil bumi yang di bawa oleh warga diarak menuju lokasi sebelum jembatan bladak.

Larung 2Sukemi Kepala Desa Sugihwaras mengatakan Kami sebagai panitia mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk syukur kita kepada sang pencipta atas segala rahmat, Kedamaian dan ketentraman yang telah dilimpahkan kepada kami semua warga lereng Kelud.

Camat Ngancar Arif Gunawan, SH mengatakan, Kegiatan tahunan Larung Sesaji Gunung Kelud merupakan kearifan lokal masyarakat lereng kelud yang bertujuan menjunjung tinggi nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Selain itu juga sebagai upaya kita melestarikan kebudayaan yang ada di lereng Kelud.

Masyarakat menyadari bahwa mereka hidup bisa hidup sejahtera dilerang kelud ini adalah anugrah yang luar biasa dari Tuhan YME. Gotong royong yang sudah terjalin sangat bagus pada masyarakat lereng Kelud juga merupakan anugrah yang patut kita syukuri bersama melalui ritual ini.

Larung 3Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kediri Ir. Adi Suwignyo, M.Si mengatakan Rangkaian kegiatab Festival Kelud mulai dari pembukaan Festival Kelud, Pameran UMKM, Fetival Jaranan, Festival Tari, Kelud Bike Camp, Tobong Arts Performance, Larung sesaji dan nanti yang terakhir Kelud Volcano Road Run tanggal 8 Oktober 2017 merupakan salah satu upaya memperkenalkan Potensi wisata Gunung Kelud bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun Mancanegara.

Larung Sesaji yang telah berlangsung hari ini merupakan sebuah tradisi masyarakat lereng Kelud. Dimana kegiatan ini merupakan wujud syukur masyarakat bahwa berkat gunung kelud yang masih aktif sampai sekarang letusannya membawa berkah, yaitu paska kelud meletus tanah disini semakin subur. Tanaman apapun yang ditanam disini pasti akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Kominfo/Tj,Yda,lks,fz)

Add comment


Security code
Refresh