Thursday, 21 June 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Desa Toyoresmi Ngasem, Potensial Sentra Labu Madu

labu madu sangat potensial untuk dikembangkan di toyoresmi kabupaten kediri

Labu 1Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Ir. Widodo Imam Widodo MAB, mengunjungi sentra pengembangan budidaya labu madu di DesaToyoresmi, Kecamatan Ngasem (25/9). Pada kegiatan ini sekaligus diberikan bantuan para-para sebanyak 50 unit sebagai alat pendukung penanaman labu madu.

Widodo menyampaikan, sangat mengapresiasi positif akan langkah kelompok tani sekar gading membuat langkah nyata budidaya labu madu. Terlebih permintaan pasar akan labu madu sangat tinggi . Sehingga pasarnya jelas dan sangat potensial untuk dikembangkan.

labu 2“Di desa ini saja sudah terdapat pasar yang jelas. Yakni pusat oleh-oleh GTT milik pak Gatot yang siap menerima berapapun banyaknya hasil panen dari warga. Ini tentu sangat menguntungkan dan memberi semangat lebih kepada para petani labu desa ini.” Jelas Widodo.

Widodo menambahkan dirinya berharap Desa Toyoresmi menjadi desa kawasan sentra labu madu. Selain menghasilkan buah labu madu, warga juga diharapkan tergerak untuk menjadikan labu madu menjadi aneka olahan pangan yang dapat memberikan nilai tambah.

labu 3“Misal seperti yang sudah diawali pak Gatot adalah getuk pisang labu yang sudah mendapat sambutan bagus dari pasar karena permintaannya bagus. Warga bisa membuat lainnya seperti dawet labu, bakpao labu, keripik labu atau donat labu.” Tuturnya.

“Ini nantinya akan memberikan nilai tambah dan menjadikan brand desa toyoresmi sebagai kawasan sentra labu semakin kuat. Pada akhirnya bisa menjadi wahana wisata edukasi dan rekreasi yang menambah lagi kesejahteraan warga sekitar.” Imbuhnya.

labu 4Keberadaan positif budidaya labu madu juga diamini salah satu petani labu, Jarwo, dirinya mengatakan budidaya labu madu mempunyai nilai ekonomis yang menjanjikan. Terlebih lahan yang digunakan adalah lahan yang sering dianggap non produktif seperti batas pinggir pekarangan, tepi saluran irigasi, dan tepi jalan desa.

“saya langsung tertarik ketika diajak untuk budidaya labu madu. lahan yang digunakan bisa di lahan warga non produktif, perawatan mudah, panen tidak mengenal musim, nilai ekonomisnya juga bagus, dan terpenting berapapun panennya sudah ada yang siap membeli.” Ujarnya.

“Saya menanam 200 pohon dengan modal awal lima juta untuk membuat para-para dari batang bambu yang berguna sebagai penahan pohon. Karena ini kan pohon merambat. Para-para ini bisa digunakan 6 sampai 10 kali panen. Tiap panen saya mendapat sekitar 10 sampai 12 juta rupiah. Sangat menguntungkan dan bisa menjadi contoh bagi warga lain dalam mengisi pekarangan yang masih kosong.” tandasnya.

Comments   

 
0 #1 Hartika Wahyu Wijaya 2018-02-12 17:43
Assalamualaiku bapak......saya ,mau bertanya untuk pemasarannya sendiri bagaimana sistemnya ?
saya sekarang menanam labu madu dalam luasan 400 m2 apakah saya bisa memasarkan produk saya ke sistem pemasarannya bapak ?
ini saya sedang mencari pasar tentang labu madu pak buat tugas akhir saya
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

banner