Senin, 23 Oktober 2017

Festival Tari Sebagai Wahana Mencari Bibit Baru

Sebuah akhir yang membahagiakan, dengan teriakan penuh sukacita dan kebahagiaan tampak dari para pemenang Festival Seni hari ini (24/9) resmi diumumkan di Rest Area Parkir Lereng Gunung Kelud Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

FINAL TARI 4

Plt.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir.Adi Suwignyo, M.Si melalui Kepala Bidang Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Patarina, S.Hut didampingi Kepala Seksi Kesenian Mujiono, SE mengatakan hari ini adalah hari ke 2 Festival Seni Tingkat SMP dan MTS Se Kabupaten Kediri, yang terdiri dari 56 peserta.

FINAL TARI 5

Untuk pemenang kita bagi dalam 3 kategori dan masing-masing 3 unggulan yaitu kategori penyaji terbaik, busana terbaik dan penyaji unggulan terbaik. Masing-masing 3 pemenang, dengan harapan khususnya seni tari di Kabupaten Kediri bisa semakin berkembang, terutama kepada anak-anak usia sekolah yang kali ini kami mengadakan di Tingkat SMP, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bibit-bibit baru, kedepannya supaya kesenian khususnya seni tari bisa mengangkat Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

FINAL TARI 1

Untuk kegiatan ini sebagai agenda tahunan, yang menjadi satu kesatuan dari rangkaian acara Festival Kelud 2017 di Kabupaten Kediri. ayoo kita lestarikan budaya bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Kediri. Ajak Patarina.

Tibalah saatnya pemenang dibacakan oleh Tim Juri yaitu Bambang Supono dari Disparbud Kabupaten Malang, Sri Wahyuni dari Disparbud Kabupaten Tulung Agung dan Puadjul Pitono dari STKW Surabaya. sebelum membacakan pemenang ada sedikit ulasan yang dibacakan oleh Ketua Tim Juri, pada umumnya semuanya bagus-bagus, tapi karena ini sebuah Festival dan harus diambil yang terbaik.

FINAL TARI 3

Dalam penyajian tari yang sudah dilaksanakan 2 hari ini, dan berkali-kali sudah saya sampaikan bahwa kleografer itu baik tapi materi tidak sampai juga tidak akan menjadi sebuah penyajian yang maksimal yang unggul atau yang terbaik. Banyak sekali yang menggarap tari-tarian tradisional, namun karena isi meteri itu tidak sampai akhirnya menjadi sebuah kendala didalam penilaian.

Untuk kostum ada yang pas dengan tari yang dilombakan ada juga yang tidak pas dengan tari yang ditampilkan. Disamping itu kita juga menilai harmonisasi atau keutuhan dalam sebuah karya seni, tetapi banyak sekali para penari yang tidak menguasai ruang gerak dalam festival. Kepada para pelatih dan pembimbing masih banyak sekali yang harus dibenahi.

FINAL TARI 6

Koleografi baik dan boleh-boleh saja, sebaik apapun tapi kalua materi yang dibawakan dalam suatu tarian tidak mengandung pesan yang terkandung didalam tarian tersebut maka akan membuat hasil karya tersebut melenceng atau meleset dari aslinya, jangan mengurangi keaslian seni budaya dalam penampilan tari tradisional ini. Terang Sri Wahyuni.

FINAL TARI 2

Ditambahkan juga oleh Puadjul Pitono dari STKW Surabaya tentang koleografi utamanya busana memang harus sesuai dengan konsep tariannya, bukan berarti terus pakaiannya bagus ditambah dengan asesoris yang bagus, tapi saya tidak ingin para penari penuh dengan asesoris Pernik-pernik yang justru mengganggu saat pementasan. Apalagi ada asesoris yang jatuh dipanggung saat pementasan karena ini Festival jadi kedepannya saya tidak ingin hal yang sama terulang lagi. Katanya.

Pemenang dalam Festival Seni dalam rangka Festival Kelud 2017 yaitu

3 Kelompok atau Grup Penyaji Terbaik Non Rangking :

No Urut 11 jatuh pada SMPN I Ngadiluwih

No Urut 18 jatuh pada SMPN I Wates

No Urut 36 jatuh pada SMPN I Kras

3 Pemenang Busana Terbaik Non Rangking

No Urut 21 dari SMPN 2 Ngancar

No Urut 36 dari SMPN I Kras

No Urut 50 dari SMPN 2 Pare

3 Penyaji Unggulan Non Rangking

No Urut 21 dari SMPN 2 Ngancar

No Urut 29 dari SMPN 1 Ngasem

No Urut 50 dari SMPN 2 Pare

Inilah sebagian contoh kecil dimana sebuah seni merupakan ajaran yang memiliki makna filosofi yang luarbiasa.(Kominfo, Yrpd, Ans, Wk).

Add comment


Security code
Refresh