Kamis, 17 Agustus 2017

KIM Ikut Menyukseskan Pemberian Imunisasi MR

Pencanangan imunisasi campak/measles-rubella (MR) telah dilaksanakan serentak pada tanggal 1 Agustus 2017 yang lalu. Kampanye pemberian imunisasi MR ini akan terus digalakkan selama bulan Agustus hingga September mendatang di seluruh provinsi di Pulau Jawa. Guna ikut mensukseskan program pemerintah ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan jaringan kelompok informasi dan komunikasi untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), dimana salah satu materi yang diberikan adalah tentang imunisasi campak rubella.

MR 1

Bertempat di Pendopo Kecamatan Ringinrejo, kegiatan KIM pada Kamis (10/8) tersebut dihadiri juga oleh Camat Ringinrejo Ibnu Imad, S.Sos. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah sangat familiar dengan pemanfaatan teknologi informasi. Tidak hanya aktif di media sosial, melalui internet dan gadget di genggaman, mereka pun dengan mudah mengakses beragam informasi yang dibutuhkan.

“Pemanfaatan teknologi informasi juga tetap butuh pembinaan dan pengarahan agar bisa memberi manfaat bagi penggunanya. TI ini ibarat jembatan informasi dari pemerintah ke masyarakat. Disinilah peran KIM dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah dan memenuhi target yang ditetapkan. Termasuk pemberian imunisasi campak rubella,” terangnya.

MR 2

Senada dengan Ibnu Imad, dr. Prihantoko Trah Hutomo yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan KIM tersebut menyampaikan pentingnya pemberian imunisasi MR. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka memberikan perlindungan kepada anak-anak dan menjaga mereka agar tetap sehat.

Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Bayi atau anak di bawah usia 1 tahun rentan terserang campak, begitu juga dengan orang dewasa yang belum pernah kena campak atau belum mendapat vaksin. Komplikasi serius dari campak bisa menyebabkan kematian. Sedangkan rubella adalah penyakit pada anak dengan keluhan ringan, tetapi memberi dampak berat jika menyerang ibu hamil di awal kehamilannya,” urai dr. Prihantoko.

Lebih lanjut dokter yang berdinas di Puskesmas Sambi ini memaparkan gejala, penularan, pengobatan atau penanganan yang dilakukan pada penderita campak-rubella. Tampilan slide ditayangkan agar semua peserta mengetahui lebih detail tentang penyakit ini. Ia juga menekankan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

MR 4

“Jika bapak ibu terserang batuk, jangan menutup mulut dengan telapak tangan jika sedang batuk. Yang benar gunakanlah lengan. Kenapa? Kalau memakai telapak tangan nanti kuman-kuman beralih ke telapak, dan akan menular jika njenengan bersalaman dengan orang lain,” pesannya.

Sebanyak 60 orang peserta KIM menyimak materi dengan seksama. Selanjutnya, materi pemanfaatan IT serta pembuatan email dan blog diberikan oleh Yohana Rahayu PD, S.Sos kepada para perangkat desa dan tenaga IT desa se-Kecamatan Ringinrejo tersebut. Seluruh peserta diajak langsung mempraktekkan pembuatan email dan blog. Setelah penyelenggaraan KIM, diharapkan para peserta dapat segera memanfaatkan blog untuk menginformasikan dan mempromosikan berbagai potensi yang ada di desa mereka. (Kominfo)