Kamis, 17 Agustus 2017

Pembuatan Pakan Mandiri, Untuk Meningkatkan Produksi Dan Keuntungan Pokdakan.

Cuaca panas siang ini (2/8) tidak menyurutkan langkah Ibu Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno “nyambangi” Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Sumber Rejeki Desa Bangkok Kecamatan Gurah.

BANGKOK MESIN PELET 2

Selain melihat pembudidayaan ikan lele juga melihat langsung alat pembuat pakan ikan atau bisa disebut pellet bisa berfungsi atau tidak dan sudah sejauh mana penggunaannya. Alat pembuat pellet tersebut merupakan bantuan dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur pada Nopember 2016 lalu.

Karena salah satu alat tidak berfungsi dengan baik, Ibu Bupati bersama Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala DPMPTSP, Camat Gurah juga Ketua Pokdakan berupaya bagaimana caranya agar alat penggiling tersebut bisa berfungsi, solusinya akan di modifiksi dengan mendatangkan ahli mesin pellet untuk bisa memodifiksi alat tersebut.

BANGKOK MESIN PELET 3

Setelah melihat fungsi dari mesin pellet Ibu Bupati melihat kolam ikan lele milik Ketua Pokdakan, yang masih sangat sederhana terbuat dari bata, walaupun sederhana tetapi hasil dari produksi ikan lele sangat menggiurkan.

Plt.Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid, S.Pt, MM menjelaskan bahwa Kunjungan Ibu Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno ke Pokdakan Sumber Rejeki Desa Bangkok Kecamatan Gurah untuk pengembangan perikanan budidaya terutama ikan lele, karena selama ini budidaya lele keuntungannya semakin sedikit, harga jualnya tidak bisa kita tingkatkan.

Yang bisa kita siasati dalam hal pakan, melalui Provinsi kita sudah memfasilitasi mesin pembuat pakan, tinggal nanti mengoptimalkan fungsinya. Kita dorong terus Pokdakan ini, bagaimana bisa membikin pakan dari bahan-bahan lokal, murah, dengan perbandingan antara pakan buatan sendiri sekitar Rp.6.500; kalau pakan dari pabrik sekitar Rp. 9.500;

BANGKOK MESIN PELET 4

Dengan adanya selisih tersebut bisa membantu sekali untuk peningkatan ekonomi pembudidaya ikan lele, tugas kami dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri untuk memotifasi masyarakat terutama pembudidaya ikan agar bisa meningkatkan kapasitas produksi, keuntungan juga bisa meningkat. Jelas Nur Hafid.

Dilajutkan dari Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Ir. Didi Eko Tjahjono, MM bahwa untuk ikan lele dari pembenihan sampai dengan pembesaran, harganya maksimal Rp. 15.000 – 16.000 per Kg. kami juga ada program untuk membuat pakan mandiri, dengan bahan tepung ikan, bekatul, janggel jagung dan daun kates/papaya.

BANGKOK MESIN PELET 5

Kami ingin membuat semacam klaster-klaster, seperti Pak Mujio sebagai peternak lele, dan nanti khusus ada yang pembuat pakan. Jadi teman-teman peternak lele bisa ambil atau beli pakan disitu. Untuk ketersediaan ini kami bekerjasama dengan Dinas Perikanan berupa tepung ikan atau supley bahan bakunya.

Untuk masalah pemasaran akan kami buatkan jadual panen ikan, pokdakan se Kabupaten Kediri juga dengan pembelinya. Otomatis harga lele bisa stabil. Atau bisa klik di www.kedirimenjual.go.id milik Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Terang Didi.

Mujio Ketua Pokdakan Sumber Rejeki juga menjelaskan mulai berdiri hingga sekarang, walaupun hanya 12 anggota tetapi mereka sangat solit, selalu ingin maju. Selanjutnya untuk pengelolaan ikan lele untuk dibuat olahan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Drs, Indra Taruna, siap membantu para pelaku usaha untuk membuat ijin usahanya.

BANGKOK MESIN PELET 1

Camat Gurah Ahmad Wito Subagyo, SH. M.Si merasa sangat berterimakasih sekali atas kunjungan Ibu Bupati Kediri dr.Hj,Haryanti Sutrisno juga Kepala Dinas terkait, knjungan ini sebagai motivasi juga semangat para Pokdakan untuk lebih maju dalam mengembangkan usahanya dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. (Kominfo, Yrpd, Ans, Wk)

Add comment


Security code
Refresh