Jumat, 22 September 2017

Gema Sholawat Nabi Di MA Islamiayah Sukoharjo, Untuk Menangkal Faham Radikalisme


Gema Sholawat Nabi berkumandang di MA Islamiyah Sukoharjo Kecamatan Plemahan malam (15/7) sangat indah dan membuat sejuk di hati siapapun yang mendengarnya. Daerah ini dipenuhi oleh ribuan Umat Islam, bukan hanya di sekitar Sukoharjo saja bahkan Se Kabupaten Kediri larut ikut melantunkan Sholawat Nabi.

SHOLAWAT NABI 3

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri mengadakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam bentuk Halaqoh dan Gema Sholawat, untuk menangkal faham radikalisme.

SHOLAWAT NABI 1

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Gus Fuad dari Banyakan, Camat Plemahan, Ketua GP. Anshor Kabupaten Kediri dan masih banyak lagi para Alim Ulama Majelis Ta’lim Dzikir dan Sholawat yang ikut mensukseskan acara ini.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri Mujahid Drs. Mujahid, MM. mengucapkan terimakasih atas nama Pemerintah Kabupaten Kediri dan sekaligus sebagai Ketua Yayasan MA Islamiyah Sukoharjo Kecamatan Plemahan, saya sangat bangga bisa berkumpul bersama dengan para Alim Ulama dan Majelis semuanya untuk mengumandangkan Gema Sholawat.

SHOLAWAT NABI 4

Saya berharap kita bisa menjadi pelopor dan contoh sebagai NU yang cinta NKRI sebagai harga mati, jangan mudah di pecah belah oleh faham radikalisme, dengan mendekatkan diri pada ALLAH dan Rasulullah serta untuk tetap istiqomah dalam menjalankan amalan-amalanNya, supaya bisa terhindar dari berbagai faham yang akan merongrong bangsa yang sangat kita cintai ini yaitu Bangsa Idonesia.

Habib Ali Bin Hasan Baharun, selaku khodim atau pengasuh majelis ta'lim dzikir dan sholawat Junuudul Musthofa mengumandangkan gema Sholawat Nabi dengan gayanya yang khas sambal guyonan dan senyuman, menanyakan kepada majelis ta’lim “siapa yang baru putus cinta”

SHOLAWAT NABI 5

Salah satu majelis ta’lim maju dan diminta menyanyikan lagu-lagu Nasional yaitu “Tujuh Belas Agustus” dan “Garuda Pancasila” kebetulan santri tersebut tidak hafal jadi membuat tertawa dan segar para majelis karena mendapat hibutan.

Sampai diulang 3 kali tetap nyanyinya ada yang belum sempurna, akhirnya dikumandangkan bersama lagu nasional tersebut diiringi hadrah yang sangat indah dan merdu. Itulah bentuk dan cara Habib Ali bisa merangkul para Majelis dan juga dicintai Majelisnya.

Setelah itu meneriakan yel-yel dan terus memberikan pencerahan-pencerahan juga doa sampai ada yang menitikan air mata, tanda meresapi apa yang diucapkan oleh Habib Ali.

SHOLAWAT NABI 6

Lebih lanjut dikatakan tujuan Allah menyuruh manusia bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW ialah agar umat Islam seluruhnya menaruh rasa hormat kepada beliau. Sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi Nabi terakhir dan penutup para Nabi, yang membebaskan manusia dari kehidupan jahiliyah.

Atas perjuangan beliau, umat manusia bisa dihantarkan ke alam yang terang benderang. Beliaulah yang mengantarkan umat manusia dari kehidupan hewani menjadi kehidupan yang manusiawi. Jika tidak ada beliau, entah kebejatan moral apa yang dilakukan oleh umat manusia.

SHOLAWAT NABI 2

Oleh sebab itu, sebagai orang yang tahu diri, umat manusia sangat wajib untuk mensyukuri jasa beliau. Untuk mengabadikan rasa syukur dan jasa beliau inilah maka 'shalawat serta salam' dijadikan sebagai salah satu rukun dzikri, yaitu suatu bacaan rukun bagi umatnya setiap mengerjakan shalat. Kata Habib Ali sambal menggemakan Sholawat Nabi dan di serukan oleh ribuan Majelis Ta’lim yang hadir.

Gus Fuat dari Banyakan sebagai penceramah untuk pemantapan para Majelis Tak'lim tersebut.(Kominfo, Yrpd, Fz, Wk)

Add comment


Security code
Refresh