Rabu, 22 Nopember 2017

350 Anak Yatim Piatu Terima Santunan

Selasa sore (20/6), suasana di Balai Kecamatan Gurah berbeda dari biasanya. Puji-pujian berkumandang syahdu. Diiringi rebana, sebuah kelompok marawis melantunkan lagu-lagu islami dengan merdu. Sesaat kemudian, ratusan anak datang berombongan memenuhi balai kecamatan. Bersama pendamping, mereka datang dari desa-desa se-Kecamatan Gurah.

EGGY GURAH 9

Sore itu, tepatnya 350 anak dari wilayah Kecamatan Gurah hadir di acara Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim Piatu bersama Mas Eggy Adityawan, Muspika, Dinas Jawatan, Kepala desa beserta perangkat, pengusaha serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kedatangan Eggy Adityawan beserta sang istri, Unik Fundi, disambut hangat oleh jajaran Muspika beserta masyarakat Kecamatan Gurah.

 

Dalam sambutannya, Camat Gurah Ahmad Wito Subagyo, SH. M.Si menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan donatur yang telah menyisihkan rezeki untuk menyantuni anak yatim piatu. “Kita semua hadir karena ingin berbagi kepada anak-anak. Kita ingin anak-anak juga berbahagia. Semoga apa yang kita perbuat bisa memberi barokah baik bagi anak-anak maupun para donatur, dan bermanfaat bagi semua,” urainya.

EGGY GURAH 1

Tak lama kemudian, seluruh anak yatim piatu berdiri dan berbaris rapi. Didampingi jajaran Muspika Gurah, Eggy Adityawan menghampiri dan memberi santunan kepada mereka. Tak jarang bapak satu anak ini pun mengajak berbincang dan bercengkrama dengan anak-anak tersebut. Menghampiri seluruh anak satu persatu, senyum ramahnya terus terkembang hingga ke barisan terakhir.

 

Menjelang berbuka puasa, Kyai Misbachul Munir menyampaikan tausiyahnya. Kepada seluruh hadirin, beliau menyampaikan bahwa mereka yang memberi santunan kepada anak yatim, derajatnya dekat dengan Nabi Muhammad SAW. “Maka berbahagialah orang-orang yang dapat menyantuni anak yatim, dan berbahagialah orang-orang yang bisa ikut bersaksi, artinya setuju dalam hati terhadap santunan kepada anak yatim. Lebih-lebih di bulan Ramadhan, ini menjadi hal yang luar biasa,” katanya.

EGGY GURAH 3

Beliau melanjutkan, bahwa surga menunggu empat golongan manusia. Pertama, orang yang rajin membaca Al Quran. Kedua, orang yang pandai menjaga lisan dari omongan yang tidak baik. “Artinya tidak suka menyakiti orang lain, tidak suka bergunjing. Yang namanya lidah itu tidak bertulang, kecil bentuknya, besar akibatnya. Maka pandai-pandailah menjaga lisan, akan ditunggu oleh surga,” lanjutnya.

EGGY GURAH 6

Golongan ketiga yang dirindukan surga adalah mereka yang mau memberi makan pada orang lapar, lebih-lebih buka puasa bersama. Itulah tanda-tanda orang yang rajin sedekah atau dermawan. Dan yang keempat adalah orang-orang yang berpuasa Ramadhan dengan baik. “Mudah-mudahan kita semua tergolong orang yang rajin membaca Al Quran, pandai menjaga lisan, rajin bersedekah dan mampu berpuasa dengan baik,” kata Kyai Misbachul Munir yang diamini seluruh hadirin. (Kominfo/tee, yrpd, wk)