Jumat, 21 Juli 2017

Germas Merupakan Pondasi dalam Menyiapkan Generasi Unggul

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (19/6). Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, acara yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Tiron Kecamatan Banyakan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kediri Drs. Masykuri, MM, Anggota DPRD Kabupaten Kediri Muhaimin, Ka. Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Sakri Sab’atmaja, SKM, M.Si. serta Ketua TP PKK Kab. Kediri Rosyida Masykuri.

germas 4

Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itulah, kegiatan sosialisasi ini mengundangpara Kepala Perangkat Daerah, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, ormas, media, perangkat desa dan Tim Penggerak PKK.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri MM. mengatakan bahwa saat ini terjadi perubahan pola penyakit, dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes militus. Meningkatnya kasus PTM akan menambah beban pemerintah dan masyarakat.

germas 2

“Oleh karena itu, guna menyikapi pertumbuhan PTM, harus ada perubahan pola perilaku dan melakukan tujuh kegiatan pokok Germas. Kegiatan ini harus dilakukan secara bersama-sama dan seimbang, sebagai pondasi dalam rangka menyiapkan generasi yang sehat dan unggul,” tegas beliau.

Sasaran dari Germas adalah anak-anak. Itulah mengapa menurut Wabup Masykuri, kegiatan sosialisasi ini melibatkan para orang tua. “Kita menyiapkan generasi penerus, dimana 10-20 tahun mendatang mereka adalah tulang punggung bangsa ini, penerus perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Biasanya kegemaran atau kebiasaan orang tua ditiru anak-anak mereka, maka mulailah berperilaku hidup sehat,” lanjutnya.

germas 3

Wabup Masykuri juga menekankan bahwa promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit, baik menular maupun tidak menular. Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat.

Bertindak sebagai pemateri pada kegiatan tersebut adalah Sakri Sab’atmaja, SKM, M.Si. Kepada seluruh hadirin, Ka. Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan tersebut memaparkan tujuh kegiatan pokok Germas, yaitu melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.

germas 1

“Fokus kegiatan di tahun 2017 ini adalah melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serfta memeriksa kesehatan secara berkala. Aktivitas fisik tidak harus olahraga, tapi bisa berupa duduk, berdiri, mengangkat atau menarik barang. Semua bisa dilakukan di rumah, sekolah, kantor, bahkan di perjalanan,”

"Untuk sayur dan buah, masukkan dalam menu makan sehari-hari. Selain turut berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol, mengkonsumsi cukup sayuran dan buah merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang. Sedangkan pemeriksaan kesehatan hendaknya dilakukan tiap 6 bulan sekali, diantaranya cek tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, lingkar perut dan deteksi dini kanker leher rahim untuk perempuan,” pungkasnya.

germas 5

Di sela kegiatan sosialisasi, dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama sebagai dukungan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Wakil Bupati Kediri Drs. Masykuri, MM membubuhkan tanda tangan, diikuti oleh Anggota DPRD Kab. Kediri Muhaimin,Sakri Sab’atmaja dari Kemenkes, perwakilan Dinkes Prov. Jatim serta para Kepala Perangkat Daerah. (Kominfo/tee, yrpd, tj, wk)