Kamis, 20 Juli 2017

Situs Watu Gajah di Desa Watu Gedhe

Ditemui di Rumahnya di Kecamatan Plemahan (28/5) gadis manis bernama Milafatur Rohma masih bersekolah di SMAN 1 Plemahan, Mila dama panggilannya juga dipercaya oleh selkolahannya untuk mengikuti atau sebagai duka Lawatan Sejarah dan Budaya sekitar 2 bulan yang lalu kegiatan ini diadakan.

watu gede 1

Lumayan bisa menambah teman, saudara dan bisa saling berbagi, ternyata di Kabupaten Kediri banyak sekali seni budaya juga peninggalan sejarah yang belum tereksplor, walaupun saya tidak bisa mendapatkan juara 1 tapi saya bangga bisa mewakili sekolahan saya untuk mengeksplor peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Kediri.

Saya men coba menggali Situs Watu Gajah berada di Desa Watu Gedhe, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Terletak di tengah alas atau hutan. Untuk mencapai situs ini mengambil arah Kota Pare – Wates dari Desa Gedangsewu, Parerejo Kecamatan Pare menuju ke arah timur sampai di Desa Watugedhe Kecamatan Puncu. Terang Mila.

watu gede 3

Awal mula ditemukannya Watu Gajah berkat jasa Leendert Albert Van de Ven Renalder de Lavalette. Tokoh ini merupakan Kepala Kehutanan Kecamatan Pare, Kediri setelah berpindah jabatan dari Anggota V/D-Regional Dewan Rembang tahun 1909. Penemuannya bermula saat perjalanannya di Desa Watu Gedhe melintasi jalan setapak menggunakan bendy.

Bendy yang dikendarainya menabrak bongkahan batu hingga rusak. Kemudian ia menyuruh para kuli menggali bongkahan batu tersebut untuk dipindahkan dari tengah jalan. Setelah dipindahkan dari jalan, Lendeert Albert Van de Ven Renardel de Lavalette melihat batu tersebut lebih jelas ternyata berbentuk ukiran layaknya arca. Batu tersebut melambangkan seekor gajah betina dengan anaknya. Cerita Mila.

watu gede 2

Kondisi situs Watu Gajah di Desa Watu Gedhe saat ini tampak sudah ada upaya pelestarian benda cagar budaya tersebut yakni dengan dibangunnya atap genting dan di sekelilingnya diberi pembatas pendek terbuat dari batu bata dilapisi semen. Hal ini ditujukan untuk melindungi Watu Gajah dari panas dan hujan agar tidak cepat mengalami pelapukan.

Keberadaan Situs Watu Gajah pada saat ini masih digunakan masyarakat Desa Watu Gedhe bagi mereka yang memeluk agama hindu untuk punden. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu ketika Hari Raya Nyepi. Dalam ritualnya masyarakat memberikan sesaji dan menghias daerah sekitar Watu Gajah dengan memberi payung bercorak hitam putih.

Hal ini dipercaya masyarakat setempat dapat mendatangkan berkah dalam bentuk kesuburan tanah dan hasil panen melimpah. Namun saat ritual ditinggalkan dipercaya dapat mendatangkan musibah yaitu hujan angin sampai merobohkan pohon. Hal inilah yang mendorong warga yang beragama hindu di Watu Gedhe tetap menyelenggarakan ritual sesaji. Kata Mila penuh semangat.

watu gede 4

Yukkk kita sebagai generasi penerus ikut melestarikan peninggalan sejarah juga ikut mengeksplor peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Kediri, jadilah generasi muda yang bangga akan budaya bangsanya sendiri. (Kominfo, YRPD, WK)

Add comment


Security code
Refresh