Rabu, 20 September 2017

Menggali Peninggalan Sejarah, di Sambiresik.

Mencari sosok wanita belia penggemar sejarah di SMAN 1 Gurah, bisa dipanggil Nada Shela Happy Permatahati yang pernah ikut dalam lawatan Sejarah dan Budaya yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu.

SAMBIRESIK 2

Nada Panggilan akrabnya menyampaikan kepada Tim Kominfo (26/5), walaupun artikel saya masih belum sempurna dalam taraf belajar kami berusaha mewakili sekolah menjadi yang terbaik. Dimana ada kemauan untuk belajar pasti ada jalan dan ada juga yang membimbing kami untuk mendalami berbagai sejarah yang ada di Kabupaten Kediri.

Artikel yang saya angkat kemaren berjudul “ Asal Usul Desa Sambiresik”, didalamnya menceritakan ada seorang pertapa dari Sidoarjo yang bernama mbah Suropati Surodirejo yang sedang bertapa di Baran Kecamatan Gurah. Suropati lalu menanjutkan perjalanan dan menemukan sebuah tempat yang terdapat sebongkah batu yang berbau harum.

Kemudian diberi nama Selowangi yang berarti batu harum. Selowangi sekarang menjadi punden yang merupakan makam dari Mbah Suropati Surodirejo. Dulu beliau singgah di tempat tersebut selama beberapa tahun, dan kemudian beliau menemukan sebuah pohon sambi. Pohon tersebut selalu bersih meskipun tidak pernah dibersihkan. Ceritanya.

SAMBIRESIK 1

Oleh karena itu, tempat tersebut diberi nama Sambiresik yang sekarang menjadi nama sebuah desa. Desa Sambiresik memiliki bahasa yang berbeda dari Bahasa Daerah Kediri pada umumnya. Bahasa Desa Sambiresik lebih mirip dengan Bahasa Surabaya atau yang biasa disebut Bahasa Surabayan. Hal itu dikarenakan Mbah Suropati Surodirejo berasal dari Sidoarjo yang masih satu wilayah dengan Surabaya. Beliau membawa kebudayaannya ke Desa Sambiresik. Sehingga masyarakat menggunakan bahasa tersebut hingga saat ini.

Saya dibantu oleh Perangkat Desa Sambiresik Bapak Basori juga senagai Narasumber dan petunjuk dalam menggali kembali sejarah asal usul Desa Sambiresik, karena setiap nama pasti memiliki arti dan makna tersendiri sesuai dengan kejadian dan tingkah laku pada jaman dulu.

Walaupun saya tidak mendapatkan juara tapi saya ingin menggali terus peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Kediri, juga saya ingin mengangkat, mempromosikan kebudayaan dan peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya ternyata di Kabupaten Kediri sangat banyak, yukkk sebagai generasi penerus kita promoswikan dan kita gali lagi peninggalan sejarah yang belum di tereksplor. Ajak Nada. (Kominfo, YRPD, TEE, WK)

Add comment


Security code
Refresh