Sabtu, 22 Juli 2017

Rukun Agawe Santoso, Crah Agawe Bubrah

Pebinaan RT dan RW kali ini di Kantor Kecamatan Plemahan, dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri merata di 26 Kecamatan, untuk Kecamatan Plemahan adalah yang ke 9 kalinya, walaupun hari libur Sabtu(29/4) tapi suasana kerja masih terasa, antusias dari 531 RT/RW yang tergabung dalam 17 Desa se Kecamatan Plemahan perlu di jadikan contoh.

RTRW PLEMAHAN 4

Kepala DPMPD Kabupaten Kediri H.Satirin,S.Pd menyampaikan terkait dengan bencana yang ada di Puncu, dan memperkenalkan para narasumber dari FKUB, Koramil, Kapolsek, Dukcapil, BNN semuanya menyampaikan sesuai tugas dan fungsi masing-masing narasumber.

Dan kita perlu mengucapkan syukur karena dalam silaturohim ini, merupakan silaturohim yang benar-benar di Ridhoi oleh Allah SWT, yang penting kita harus selalu dekat dengan masyarakat jadi kita tahu apa kesulitan dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat kita saat ini.

Perlu di ketahui untuk RT dan RW bahwa Dana Desa sudah kita kucurkan ke bawah atau ke desa-desa, jadi RT dan RW harus ikut ngawal dan mengawasi, seperti contoh apa yang disampaikan oleh Pak Camat terjadinya bencana, khusus Banjarejo kalua memang kalinya/sungainya kecil itu harus diadakan pengerukan, ayooo kita semua shering untuk Dana Desa Tahun ini kita gunakan untuk menanggulangi dan membenahi bencana alam yang akhir-akhir ini melanda hampir semua wilayah di Kabupaten Kediri. Kalua terjadi bencana tolong untuk segera di laporkan. Ajaknya.

RTRW PLEMAHAN 2

Saya berharap masyarakat juga harus ikut menjaga contohnya di Banjarejo, karena adanya penyempitan sungai untuk aliran air ke sawah, saya harap untuk petugas pengairan memberikan solusi bagaimana caranya supaya tidak mengganggu Daerah Aliran Sungai. Jadi tidak terjadi banjir lagi dan pembagian air juga bisa merata.

Dana dari Presiden Jokowi jangan sampai kembali lagi jadi harus kita pergunakan untuk kepentingan bersama itu tujuannya, akhirnya bisa menyerap tenaga kerja, mendorong tumbuhnya sentra usaha yang baru didesa, yang penting untuk membangun semua fasilitas yang dibutuhkan warga kuncinya hanya satu seng penting masyarakat te Rukun, Guyub, tentrem ayem. Jelas Satirin dengan guyonan khasnya.

RTRW PLEMAHAN 5

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri H.Sanusi menyampaikan bahwa RT/RW mempunyai potensi yang sangat besar sekali, saya merasa sangat bangga dan bahagia, walau tiap hari ketemu dengan RT/RW dari Kecamatan se Kabupaten ,Kediri karena RT/RW sangat menentukan tentrem lan orane dan ikut menentukan NKRI sebagai harga mati jadi RT/RW mempunyai tugas yang sangat suci.

Semua tugas yang diberikan, kita niat ti ibadah kepada Tuhan YME, juga bisa menjadi contoh kerukunan antar umat beragama terus terjaga. Rukun bisa membuat kita kuat, Rukun agawe santoso, crah agawe bubrah, FKUB juga punya motto, Noto Roso, Among Karso, Ngijel Tresno, gawe guyub rukun lan sentoso. Saya juga menyaranyan untuk RT/RW supaya ikut kegiatan Sholat Malam, yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Ketua TP3 Kabupaten Kediri H.Surtisno, saya sangat senang dan mengapresiasi sekali kegiatan ini karena di tempat lain atau Kabupaten lain tidak ada yang namanya Sholat Malam berjemaah seperti yang kita lakukan ini.

RTRW PLEMAHAN 3

Camat Plemahan Arif Gunawan, SH menekankan bahwa dalam pembinaan RT/RW ini tujuannya meningkatkan SDM dan menambah wawasan karena sudah merupakan tuntuan jaman yang lebih maju karena RT/RW butuh pengetahuan yang lebih terkait situasi dan keamanan saat ini sesuai dengan Narasumber yang sudah didatangkan dari DPMPD Kabupaten Kediri.

Untuk potensi yang ada di Kecamatan Plemahan kegiatan rutin sudah kita laksanakan untuk meningkatkan penanaman pohon-pohon produksif di 17 desa sudah kita laksanakan penanaman buah lokal unggulan, kedepannya kita sudah punya 1 desa, seperti Desa Ngino yang terkenal dengan buah sawo jumbo. Ini semua atas himbauan dari Ibu Bupati Kediri yang semuanya untuk mensejahterakan masyarakat.

RTRW PLEMAHAN 1

Apalagi untuk di daerah wisata sebagai icon Kecamatan Pelemahan yaitu Obyek Wisata Budaya/Sejarah Candi Tegowangi, kita juga sudah melakukan penghijauan dengan penanaman buah matoa dan klengkeng, untuk warga yang berkunjung ke Tegowangi masuknya gratis tidak ditarik karcis jadi bisa menikmati peninggalan sejarah sambal merasakan sejuk dan indahnya pesona alam Candi Tegowangi. Kata Arif dengan bangga. (Kominfo, YRPD, WK).

Add comment


Security code
Refresh