Selasa, 25 Juli 2017

MENANG TAK PERNAH KALAH

Desa Menang Kecamatan Pagu. Desa mempesona yang terletak tak jauh dari pusat keramaian Kabupaten Kediri (Simpang Lima Gumul) ini menyimpan banyak potensi dari segi alam maupun segi personal nya. Apabila dari Gumul ke utara ambil arah Pamenang ,letaknya tak jauh dari Madrasah Tsanawiyah Negeri di Pagu.

jur 1

Di mulai dari pembibitan belimbing yang di lakukan oleh kebanyakan masyarakat Menang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,salah satunya yang saya temui yaitu Bapak Suyono penanam belimbing bangkok merah,kata beliau penanaman pohon belimbing ini cukup menjajikan karena pohon ini berbuah tak kenal musim,walaupun hanya sebagai sampingan,pekerjaaan ini dapat di jadikan tambahan biaya putranya bersekolah.

Selain penanaman pohon belimbing,Desa Menag juga mempunyai peninggalan bersejarah yang ceritanya sudah terkenal sampai ke antero negeri. Siapa lagi kalau bukan cerita dari raja yang terkenal akan ramalan dan kekuasaan nya menaklukan nusantara pada zaman nya,yaitu Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya.

Beberapa peninggalannya yaitu Sendang Tirta Kamandanu, pertama kali saya menjumpai tempat ini saya di buai akan rindang nya pohon pohon besar yang tumbuh di area sendang,saya juga di sambut dengan 3 gerbang yang kata narasumber saya yaitu pak imron (putra dari juru kunci Sendang) ” itu menggambar kan bahwa manusia pasti melewati 3 alam, pertama alam kandungan,kedua alam kehidupan dunia,dan ketiga alam barkah(kematian)”.

jur 2

Di Sendang juga terdapat tempat pemandian yang dulu pernah di jadikan tempat di mana putri kerjaan siram,pemandian ini juga pernah di pakai oleh sang raja siram sebelum ia muksa. Konon katanya air ini bisa menyembuh kan berbagai penyakit juga membuat kita awet muda.

Petilasan Sri Aji Jayabaya juga terletak di Desa Menang,sejarah nya pun tak lepas dari Sendang Tirta Kamandanu, informasi yang saya dapatkan dari juru kunci yaitu Bapak mukri petilasan ini adalah tempat di mana Sri Raja muksa atau menghilang tanpa di ketahui raga nya, sebelum muksa Sri Raja siram dahulu di Sendang Tirta Kamandanu,setelah itu ia melepaskan pakaian kebesaran nya juga mahkota nya itu di temapt petilasan ini.

Setiap 1 Muharram / 1 Sura karena di acara ini terdapat banyak ritual ritual yang menarik bagi pengunjung. Dari ini pula masyarakat sekitar di untungkan,mereka bisa merubah rumah mereka menjadi ruko,barang barang yang di jual di antaranya ; baju adat tradisional,seter(bunga),menyan.,dll. Beberapa nama raja yang pernah memerintah di Kediri adalah sebagai berikut, -SRI BAMESWARA / KAMESWARA (1116M) -SANG MAPANJI JAYABAYA(1135M), -SRI ARYESWARA(1160M), -SRI CANDRA(1181M) -SRI KAMESWARA 2(1185M), -SRI RENGGA(1194M) (Kominfo, YRPD, WK)

Penulis Peserta Jurnalistik Tahun 2016

BY: SITI MUTI’ATUL KHABIBAH (SMKN 1 NGASEM)