Rabu, 20 September 2017

Kunjungan Kerja Kabupaten Musi Rawas, Untuk Kembangkan Perkebunan Tebu

Pemerintah Kabupaten Kediri menerima Kunjungan Kerja dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas beserta TP-PKK Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Kunjungan Kerja yang dilaksanakan pada hari Rabu 26 April 2017 tersebut, dalam rangka Studi Banding Gerakan Tanam Tebu (Gertam Tebu).

musirawas 1

Kunjungan Kerja dari Pemkab Musi Rawas ini diawali dengan Audiensi yang dilaksanakan di Ruang Joyoboyo Pemkab Kediri. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa tempat pengolahan tebu dan gula yang ada di Kabupaten Kediri.

Rombongan dari Kabupaten Musi Rawas ini diterima oleh Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM. Rombongan tersebut dipimpin oleh Kadisbun Kabupaten Musi Rawas Ir. Subardi, MM. Serta hadir pula Ketua TP-PKK Musi Rawas dr. Hj. Noviar Marlina Gunawan.

Ir. Subardi, MM menjelaskan bahwa dalam rombongannya ini berjumlah 42 orang. Kabupaten Musi Rawas ini terdiri dari 14 Kecamatan yang dibagi menjadi 186 Desa dan 13 Kelurahan.

musirawas 2

"Untuk perkebunan kami punya 2 komoditas unggulan yakni kelapa sawit dan juga karet. Saat ini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas ingin mengembangkan 1 komoditas lagi yang bisa mendukung ketahanan pangan nasional, yakni gula," kata Subardi.

"Karena itulah kami datang ke Kabupaten Kediri sebagai salah satu daerah penghasil tebu dan gula terbesar. Beberapa bulan yang lalu kami juga mendatangkan bibit tebu sejumlah kurang lebih 92 ton dari Kabupaten Kediri. Dengan ekuivalen menjadi seluas 20 hektar." tambahnya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri memang memiliki komoditas tebu yang besar. Ditunjang dengan keberadaan 4 pabrik gula yang ada, mampu meningkatkan produksi gula.

musirawas 3

"Selain itu di Kabupaten Kediri juga terdapat beberapa pengolah tebu menjadi gula merah, yang komoditasnya sudah mampu menembus luar daerah. Sehingga mampu mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional." terang Drs. H. Masykuri, MM.

"Kami sangat mendukung. Sebenarnya teknologi yang dikembangkan dalam industri kecil gula merah sangat sederhana, serta modalnya juga sedikit. Yakni kurang dari 50 juta sudah bisa memiliki pabrik gula merah. Saya yakin bisa diaplikasikan di Musi Rawas. Kirim saja 5 orang untuk magang disini selama sebulan. Pulang sudah ahli dan Musi Rawas bisa jadi Sentra Gula Merah di Sumatera Selatan,” lanjutnya (Kominfo / yda / fa / wk)

Add comment


Security code
Refresh