Jumat, 20 Oktober 2017

Bebas Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA

Memperingati Hari Kartini Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyelenggarakan Pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat. Bekerjasama dengan TP- PKK Kabupaten Kediri dan BPJS Kediri.

PUHJARAK 1

Kegiatan ini dilakukan serentak di 37 Puskesmas se-Kabupaten Kediri. Pemeriksaan dilaksanakan guna mendeteksi dini kanker serviks (leher rahim), apalagi kanker ini masih menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita di Indonesia.

Semua Tim Medis wanita berdandan ala Kartini untuk para pria memakai pakaian adat jawa, perlu diketahui bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menganggap Hari Kartini sebagai salah satu hari yang spesial, maka semua karyawan/wati Dinas Kesehatan sejak tahun 2012 memakai pakaian ala Kartinian. Ini bisa menjadikan contoh bahwa bangsa yang besar tidak melupakan jasa pahlawannya.

PUHJARAK 2

Seperti yang terlihat di Puskesmas Puhjarak Kecamatan Plemahan pada Jumat (21/4), dengan pelayanan prima walaupun memakai pakian ala Kartinian, siap melayani puluhan wanita mendaftarkan diri untuk melakukan pemeriksaan IVA. Tidak hanya berat badan dan tekanan darah, berbagai faktor resiko pun dicatat oleh petugas medis, antara lain usia pertama berhubungan seksual, apakah terpapar asap rokok, frekwensi konsumsi makanan berlemak, aktivitas olahraga, riwayat keluarga kanker, dan masih banyak lagi.

PUHJARAK

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Ibu Rosyida Masykuri sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Menurutnya, pemeriksaan IVA harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus. Selain untuk mengurangi atau mencegah para wanita dari kanker serviks, hal ini juga merupakan bagian dari progam besar untuk mencapai cita-cita Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks Tahun 2020.

“TP - PKK, Dinas Kesehatan dan BPJS sepakat untuk bergerak bersama-sama mengurangi dan mencegah kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Tidak hanya dilakukan sebatas seremonial atau serentak seperti ini, diharapkan tiap hari harus ada pelayanan pemeriksaan IVA,” kata Rosyida.

PUHJARAK 3

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Adi Laksono, MMRS. mengingatkan pentingnya pemeriksaan bagi para wanita. “Selain kanker serviks, yang juga perlu diwaspadai adalah kanker payudara. Untuk ibu-ibu agar memeriksakan diri secara berkala, baik leher rahim maupun payudara minimal setahun sekali. Jika hasilnya negatif diperiksa tiga tahun sekali.” pesannya.

Sementara itu Kepala BPJS Kediri Gatot Subroto mengungkapkan bahwa pemeriksaan IVA tersebut merupakan bagian program BPJS yaitu promotif preventif. BPJS pun mempunyai target agar semua wanita terbebas dari kanker serviks. Menurutnya, lebih baik mencegah daripada mengobati. “Perlu diketahui bahwa jaminan BPJS untuk IVA dilakukan tiap tahun. Jika setelah pemeriksaan 3 kali hasilnya negatif, maka dapat dilakukan pemeriksaan berikutnya di tahun kelima. Demikian juga halnya dengan papsmear,” ujarnya.

PUHJARAK 4

Pemeriksaan IVA ini langsung bisa diketahui hasilnya. Jika setelah diperiksa ternyata ada peserta yang memerlukan penanganan, maka akan dirujuk sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Masing-masing Puskesmas mentargetkan minimal 25 peserta, namun ibu-ibu yang datang memeriksakan diri lebih dari jumlah tersebut. Di Puskesmas Puhjarak sendiri lebih dari 60 orang mendaftarkan diri. Selain mendapat pelayanan pemeriksaan, mereka juga mendapat pengetahuan seputar kanker serviks meliputi, gejala, deteksi dini, pencegahan dan pengobatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Etik Siti Rahayu, SKM menyampaikan hasil Pemeriksaan IVA yang sudah dilakukan sejak tanggal 1 April sampai sekarang dengan data IVA diperiksa mulai tanggal 1 - 20 April 2017 sebanyak 82 orang, IVA Positif 0. Khusus untuk tanggal 21 April 2017 IVA diperiksa pada 37 Puskesmas se Kabupaten Kediri.

Sebanyak 1308 orang, IVA Positif sebanyak 100 orang, jadi jumlah total keseluruhan mulai tanggal 1 - 21 April 2017, IVA sebanyak 1390 orang dan yang positif IVA mulai tanggal 1 - 21 April 2017 sebanyak 100 orang. Untuk penanganan yang sudah kami lakukan terhadap IVA Positif sejumlah 15 orang kita buatkan surat rujukan ke RSUD Pare, yang lainnya kita berikan pengobatan, untuk selanjutnya teman-teman Puskesmas masing-masing akan selalu memonitor baik hasil rujukan ke RS maupun yang sudah diobati. Kata Etik. (Kominfo, TEE, YRPD, LKS, WK).