Selasa, 25 Juli 2017

Belajar Tidak Mengenal Usia, Ilmu Pertanian Didapat Ekonomi Keluarga Meningkat

Bertepatan dengan libur Nasional memperingati Hari Raya Nyepi (28/3), ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) Candra Kirana desa Paron kecamatan Ngasem melakukan study banding ke pembibitan tanaman Hortikultura Mahkota Tani milik Adib desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten. Sebanyak 25 orang anggota yang diketuai oleh ibu Rustini dengan didampingi oleh Yayuk Anisa selaku PPL desa Paron.

STUDY PEMBIBITAN 1Melihat Semangat Ibu-ibu ini sangat luar biasa sekali, dengan bersepeda motor rombongan berangkat pukul 07.00 WIB berkumpul terlebih dahulu di kantor desa Paron. semangat seperti ini patut kita jadikan contoh untuk kemajuan pembangunan Pertanian di Kabupaten Kediri.

Rutini Ketua KWT Candra Kirana mengungkapkan kami memilih tempat usaha pembibitan Mahkota Tani, karena tempat ini sangat cocok untuk belajar bagaimana caranya melakukan pembibitan khususnya tanaman horkikultura.

Belajar itu tidak perlu jauh-jauh harus keluar daerah, kalau di Kabupaten Kediri saja sudah ada tempat yang mumpuni untuk digunakan sebagai tempatnya seperti yang dimiliki mas Adib ini. Yang terpenting adalah ilmu yang kita peroleh bermanfaat dan bisa kita terapkan di tempat kami.

STUDY PEMBIBITAN 4Di lokasi Pembibitan “Mahkota Tani” Ibu-ibu KWT mendapatkan sambutan hangat dari Adib beserta anggota pembibitan “Multiguna Tani Group” antara lain Ahmad dan Heru. Multiguna Group ini merupakan kelompok atau gabungan dari para pengusaha pembibitan yang digawangi oleh Adip sendiri.

Dengan telaten mereka memberikan penjelasan kepada ibu-ibu KWT bagaimana caranya pembibitan tanaman yang tepat. Tidak hanya itu saja Adib dan kawan-kawan secara bergantian memberikan pembelajaran mengenai teknik membuat pembibitan mulai dari media semai, cara membuat media, cara menanam benih pada media sampai dengan perawatannya.

Bahkan ibu-ibu ini diajak langsung mempraktekan membuat media semai tersebut, salah satunya Sri Sarjawati. Dia mengaku ditempat ini saya mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat. Saya menjadi bisa membuat media semai dengan cara memotong media plastic yang diisi tanah yang biasanya dilakukan oleh para laki-laki.

STUDY PEMBIBITAN 3Begitu juga mbah Sukarti salah satu anggota KWT Candra Kirana desa Paron. Diusianya yang sudah tidak lagi muda yaitu 70 tahun namun semangat yang beliau tunjukkan sangat luar biasa. Dengan telatennya bersama ibu-ibu yang lainnya mempraktekkan cara menyemai dengan baik.

Mbah Sukarti mengatakan belajar itu tidak mengenal usia mas, biarpun sudah tua kita harus tetap menimba ilmu siapa tahu nanti bisa berguna, terangnya kepada Kominfo

Ditempat ini saya banyak sekali mendapatkan ilmu tentang pembibitan tanaman hortikultura. Saya juga mempraktekkan langsung bagaimana cara penyemaiaan yang bagus dan benar. Dengan praktek secara langsung pasti akan diingat terus sampai kapanpun dan nantinya bila kita terapkan di daerah kami juga akan lebih mudah.

Setelah puas berkeliling dilokasi pembibitan dilanjutkan melihat lahan budidaya cabe rawit milik bapak Sulaiman di desa Karangnongko desa Sumberagung Plosoklaten dan itu mendapatkan respons yang bagus dari ibu-ibu KWT.

STUDY PEMBIBITAN 2Ibu-ibu ini dibuat terpana melihat tanaman cabe milik bapak Sulaiman yang begitu bagus, dengan buahnya yang begitu lebat dan terbebas dari hama penyakit. Sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan bapak Sulaiman, dari situlah para ibu-ibu ini bisa bertanya bagaimana cara budidaya cabe yang bagus dan perawatannya agar terhindar dari hama penyakit yang selama ini menjadi momok para petani cabe di desa Paron.

Sebelum melakukan perjalanan pulang Yayuk Anisa selaku PPL yang mendampingi kegiatan tersebut menekankan kegiatan seperti sangatlah penting bagi kita semua. Dengan melakukan study banding semacam ini kedepannya bisa diaplikasikan dan kita terapkan didaerah kita masing-masing. Terang Yayuk

Setalah mendapatkan ilmu yang sangat berguna ini, kita dapat menjadikannya sebagai bekal untuk membuka usaha, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Usaha dan perkonomian tetap berjalan tanpa meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang ibu rumah tangga. Tambahnya. (LKS, WK/Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh