Senin, 20 Nopember 2017

AYOOOO… KITA CIPTAKAN LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN SEHAT.

Memulai suatu hal, atau mengawali suatu kegiatan apalagi yang berbau social, tanpa pamrih, ternyata perlu ketelatenan juga kerja keras, ibarat pepatah mengatakan berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.

DR.WAHYU 6

KOPI (Komunitas Orang Pinggiran) yang dipelopori DR. Wahyu Juliadi saat ditemui Tim Kominfo, Jumat (24/3) mengatakan berawal dari Tadi Malam (23/3) di Grand Surya pada saat Ulang Tahun PWI dan Malam Anugerah mendapat Anugerah Lencana Hasta Adhi Warta dari PWI Kediri 2017 dengan Anugerah Kepedulian Terhadap Lingkungan Kebersihan.

Pria paruh baya asli warga Kampung Tahon Pare Desa Tertek ini juga sebagai seorang Dokter di Klinik Karang Dinoyo Kecamatan Kepung. Berawal 6 tahun yang lalu, melihat kali Sarinjing yang sangat bau, kebetulan rumah saya berada di pinggir kali, lalu warga sekitar saya ajak untuk membersihkan kali, awalnya memang sulit bahkan tidak ada respon dari warga sekitar.

DR.WAHYU 5

Dengan keuletan dan ketelatenan jare wong jowo telaten bakal panen, saya berusaha untuk membuat gerobak sampah tadinya urunan dari semua warga, respon juga blm ada, akhirnya kesepakatan yang menjadi donator hanya beberapa warga saja, untuk bisa memperoleh gerobak sampah, Alhamdulilah… berhasil, mulailah warga tergerak hatinya untuk giat membersihkan kali tersebut dan sekaligus pengelolaan sampah. Kata Wahyu.

Bisa juga diibaratkan kami tidak melakukan kebakaran tapi bagaimana cara supaya tidak terbakar, referensinya lebih dititik beratkan bagaimana kita tidak mengotori oleh sebab itu kami siapkan Edukasi kebersihan. Saya melakukan kegiatan ini hanya sekedar Hobby juga panggilan hati.

DR.WAHYU 1

Pertanyaannya apakah saya pantas mendapatkan Anugerah ini ?? Kami melakukan semua ini bukan untuk mendapatkan pengakuan dari siapapun, saya terima Anugerah ini tapi bukan atas nama saya, ini untuk semua teman-teman yang sudah membantu masyarakat dengan kebersihan lingkungan, tanpa bantuan mereka apalah daya, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Katanya.

Lebih lanjut dikisahkan pada saat Erupsi Gunung Kelud Februari 2014 silam, bersama 2 orang teman, membersihkan saluran air di daerah Laharpang, lalu untuk tahun 2016 sudah mulai banyak sekali yang bergabung bersama kami, terutama melakukan edukasi di daerah wisata Bukit Onga’an Desa Besowo Kecamatan Kepung, yang sekarang sudah terkenal.

DR.WAHYU 2

Lalu saya muncul ide untuk membentuk klinik social, awalnya ada orang sakit di pasar loak Pare, yang butuh bantuan, saya bekerjasama dengan Rumas Sakit Pare untuk bisa beli obat juga bila ada yang perlu penangan khusus atau rawat inap. Tambah Wahyu.

Lurah Pare Ali Purnomo saat di temui setelah selesai melakukan Kirab penghargaan bersama Satlantas Polres Kediri yang juga mendapat Anugerah dengan E-Tilang dan Anugerah Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan, sebagai ungkapan rasa terimakasih atas kepedulian warga Pare kami melakukan kirap keliling Kota Pare biar masyarakat tahu juga bangga ternyata masyarakat Pare siap mendukung dan mensukseskan program Pemerintah.

DR.WAHYU 4

Saya juga sangat mensuport dan mengapresiasi kagiatan dari para komunitas yang ada di Pare dengan pemrakarsa Dr.Wahyu . semoga akan bermunculan lebih banyak lagi pemelopor terutama di sector kebersihan dan kepedulian akan sampah. Harap Ali Purnomo. (Kominfo).

Add comment


Security code
Refresh

Agama dan Tokoh