Kamis, 20 Juli 2017

Pengrajin Kuda Kepang, Lestarikan Seni Tradisional.

Kuda Kepang adalah salah satu kesenian yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Kabupaten Kediri. Kesenian yang marak digelar di Bulan Suro ini juga sering dijumpai di hajatan warga, seperti syukuran, pernikahan, khitanan dan lain sebagainya. Tak heran, pengrajin kuda kepang banyak ditemui di Bumi Panji.

JARANAN KANDAT 4

Salah satunya adalah Kukuh Santoso, warga Desa Karangrejo Kecamatan Kandat. Kukuh mengatakan telah menekuni usaha ini selama 20 tahun. Awal mulanya ia mengambil dari pengrajin kuda kepang dan menjualnya. “Dulu saya berdagang, ambil dari orang lain. Berhubung persediaan kurang mencukupi, saya mulai mencoba membuat sendiri,”

Untuk bahan baku kerajinan kuda kepang didapatkan dari Tulungagung. Sementara dalam proses produksi, mempekerjakan warga di lingkungan tempat tinggalnya. “Alhamdulillah banyak sekali tenaga yang terserap dalam usaha ini. Selain melestarikan kesenian tradisional juga dapat menciptakan lapangan kerja,” tuturnya kepada Tim Kominfo (9/3).

JARANAN KANDAT 2

Menurut Kukuh, ada beberapa tahap yang dilakukan dalam pembuatan kuda kepang. Pertama, memilih bilah bambu untuk kemudian dianyam. Tahap kedua, mendesain dan memotong anyaman sesuai desain. Potongan anyaman tersebut kemudian dipasang bingkai atau digapit.

Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengecatan dan dijemur di bawah terik matahari agar cat cepat kering. Tahap terakhir yakni pemasangan aksesoris berupa rambut dan ekor kuda lumping. “Untuk pekerjaan pembuatan kuda kepang kita bagi-bagi.  Seperti bahan mentah ada yang membuat sendiri, lalu pengguntingan ini pun bisa dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah.

JARANAN KANDAT 1

Lalu bagian penggapitan dan pasang aksesoris juga dibawa pulang. Yang dikerjakan di rumah saya hanya bagian finishing saja yaitu pengecatan dasar. Kalau semua ditaruh disini, wahhh… bisa banyak dan nggak muat,” ujar Kukuh sambil tertawa.

Dalam setiap usaha pasti ada suka duka yang dialami. Sukanya jika karyanya laku di pasaran, namun tak jarang ia harus bersabar ketika usahanya terkendala dana. Sebab jika permintaan pasar meningkat, terkadang ia tak mampu memenuhi karena kekurangan stok. “Bahan baku ada mbak, tapi tenaga kerja yang kurang. Untuk menambah tenaga kerja kita kekurangan dana,”

JARANAN KANDAT 3

Susahnya bila musim penghujan datang, disamping bahan yang didak bisa cepat kering, juga keterlambatan pengiriman untuk pesananpun bisa tertunda. keluhnya.

Kukuh menjual produknya dengan sistem kodian, yakni isi 20 biji. Harga untuk ukuran kecil 100 ribu/kodi, ukuran sedang 125 ribu/kodi dan untuk ukuran besar dipatok harga 200 ribu/kodi.

Berbekal keuletan dan ketekunan bekerja tersebut, kini Kukuh mulai menikmati hasilnya. Tak hanya di Kediri, produknya kini telah menembus pasar luar Jawa. Tiga minggu sekali Kukuh mengirim kuda kepang ke Medan dan Pekanbaru. Sementara untuk memenuhi pasar Kendari, ia bisa mengirimnya seminggu sekali atau tergantung permintaan. Selain itu, Kukuh juga mengirim produknya ke Jawa Tengah dan Lampung.

JARANAN KANDAT 5

Saya bangga bisa membuat produksi jaranan sekaligus melestarikan budaya Kabupaten Kediri. Meski banyak daerah lain yang membuat produk serupa, tapi yang paling diminati adalah kuda kepang khas Kabupaten Kediri,” pungkas Kukuh dengan tersenyum. (Kominfo)

Anda ingin pesan kuda kepang silahkan hubungi :

Pak Kukuh Santoso

d/a. Dusun Sentul Desa Karangrejo Kecamatan Kandat

HP. 085649189043

Add comment


Security code
Refresh