Jumat, 21 Juli 2017

Sambal Pecel Mama Galuh, Makk Nyuussss Walau Masih Tradisional

Aroma bumbu tercium dari sebuah rumah di Dusun Sendang, Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. Sedetik kemudian, kepulan asap keluar dari dapur rumah tersebut diiringi suara gemuruh mesin. Itulah gambaran yang terlihat setiap hari di rumah Khasanah. Ibu tiga orang anak ini adalah pembuat sambal pecel. Tak tanggung-tanggung, tiap hari rata-rata ia memproduksi 40kg sambal pecel.

MAMA GALUH 4

Ditanya ihwal memulai usahanya, Khasanah bercerita memulainya 15 tahun silam. Ketika itu iseng-iseng ia membuat sambal pecel dan menjual ke tetangga sekitar. Tak disangka, sambal buatannya laku. Karena rasanya yang enak, beberapa orang pun membawanya ke luar kota untuk oleh-oleh. Dari situlah sambal pecel buatan Khasanah mulai dikenal.

MAMA GALUH 3

“Sebulan sekali sambal ini dikirim ke Balikpapan, mbak. Sekali kirim 1 kwintal,” terang Khasanah sambil menimbang sambal. Selain Balikpapan, sambal pecel yang diberi label ‘Mama Galuh’ ini juga dikirim ke Jakarta dan Samarinda. Nama ‘Galuh’ sendiri diambil dari nama putra bungsunya yang duduk di bangku sekolah menengah atas.

MAMA GALUH 1

Suami Khasanah, Narto, turut menjelaskan usaha pembuatan sambal kepada Tim Kominfo (27/2). Semua proses pembuatan mulai dari menggoreng kacang dan bumbu, menggiling, mencampur hingga menimbang dan mengemas dilakukan sendiri bersama tiga orang karyawannya.

“Kami tidak memakai bahan pengawet sama sekali, dan tiap hari sambal ini habis,” kata pria 62 tahun tersebut. Menjelang lebaran biasanya permintaan meningkat. Selain dikonsumsi sendiri, biasanya orang-orang yang mudik membeli sambal pecel untuk dibawa kembali ke perantauan mereka.

MAMA GALUH 2

Keistimewaan sambel pecel Mama Galuh adalah pilihan bahan-bahannya yang berkualitas. Masing-masing bahan juga ditimbang agar rasa dan komposisinya pas. Sambal pecel dikemas 250 gram, 500 gram dan 1kg, dengan harga 30ribu/kg.

Namun perempuan 49 tahun ini juga melayani pembelian curah. “Tiap hari kita bikin sambal dengan rasa sedang, bisa pesan kalau mau pedas. Tentunya kalau harga cabai meningkat, harga sambal juga menyesuaikan, mbak,” ucap Khasanah.

MAMA GALUH 5

Selain pemasaran dari mulut ke mulut, sambal pecel ‘Mama Galuh’ juga sering diikutkan pameran seperti di Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri dan di acara-acara yang diselenggarakan oleh PKK. Khasanah sangat bersyukur usaha yang dijalankannya membuahkan hasil.

Dari yang awalnya iseng kini bisa menjangkau pasar luar pulau Jawa. “Dalam setiap usaha harus tekun dan tak boleh putus asa, mbak. Belasan tahun lalu jari saya putus kena mesin penggilingan, tapi bukan berarti saya kapok dan berhenti berusaha. Dan sekarang saya sudah mulai menikmati hasilnya,” pungkas nenek tiga cucu ini dengan tersenyum.

MAMA GALUH 6

Kapala Desa Sendang Muntaha Kamal Mengatakan sesuai dengan arahan Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno bahwa semua desa yang ada di Kabupaten Kediri harus lebih memperhatikan pelaku usaha dan membantu terutama ijin usahanya.

Untuk alat-alat pembuatan sambel pecel memang terbilang sangat tradisional sekali dan hasil rakitan sendiri, bila memungkinan bantuan peralatan yang lebih modern, terutama untuk penggorengan dan penggilingan sambel pecel kami sangat berterimaksih sekali, biar hasil produksi bisa meningkat. Kata Muntaha (Kominfo)

Sambal Pecel Mama Galuh

Jl. Anjasmoro Gg 5 RT 3 RW 1 Desa Sendang Kecamatan Banyakan

082154459880

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM