Kamis, 21 September 2017

Likah Pembudidaya Jamur Tiram dari Adan-Adan

Budidaya jamur tiram di Kabupaten Kediri berkembang dengan permintaan pasar yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu pembudidaya jamur adalah Mar’atus Sholihah, warga Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah.

“Saya menjual produksi jamur tiram mencapai 35 hingga 40 kg setiap hari,” kata Mar’atus Sholikah atau yang biasa dipanggil Likah, kepada Tim Kominfo, Senin (20/2).

Likah menjelaskan keinginan untuk membudidayakan jamur tiram sudah sejak lama, tetapi baru akhir tahun 2016 dapat diwujudkan. Dengan modal senilai Rp.15.000.000,- Likah dapat membuat rumah jamur, rak-rak bambu untuk menempatkan tanam dan 1200 baglog yang sudah ada bibitnya. Dari hasil panen jamur tiram setiap harinya dapat terjual dengan harga Rp.14.000,- /kg.

JAMUR LIKAH 1

Usaha budidaya jamur tiram dipilih Likah karena prospeknya yang menjanjikan dan akan terus saya kembangkan karena bisa untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu ia dapat mengembangkan usahanya di rumah, tanpa harus meninggalkan keluarga. Jadi sambil bekerja saya juga bisa mengurus rumah tangga, terutama mengurus anak-anak. katanya.

JAMUR LIKAH 3

 

Usaha tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Adan Adan, Masfiyatul Isti’ana, S.Pdl. Menurutnya, usaha budidaya jamur tiram akan terus dikembangkan baik produksi maupun pemasarannya. Produksi jamur tiram dengan menggunakan bahan baku yang berkualitas akan mendapatkan hasil jamur tiram yang baik dan bermutu, maka permintaan pasar akan selalu tinggi.

“Selama ini pembudidayaan jamur tiram masih terbatas dalam melayani penjualan, kekurangan kita belum mampu melayani semua permintaan dikarenakan keterbatasan modal” demikian penjelasan Kades Adan-Adan. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM