Rabu, 20 September 2017

Nostalgia Itu Bernama Srikaya

Di sepanjang jalan provinsi ruas Kediri Nganjuk ada salah satu pemandangan yang sayang bila Anda lewatkan. Yakni deretan penjual buah srikaya di pinggir kanan kiri jalan.Tepatnya di Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan mulai depan Kantor Kecamatan Tarokan hingga Polsek Tarokan.

srikoyo pathek 4Sebagai informasi, buah srikaya diyakini berkhasiat menurunkan kolestrol, meningkatkan metabolisme, mengobati diabetes, mencegah asma, mengobati diare, mencegah stroke dan jantung dan menjaga kesehatan tulang dan gigi karena kaya kalsium. Apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya Pemerintah Kabupaten Kediri menghimbau untuk selalu makan buah lokal, sebagai buah unggulan di masing-masing daerah yang ada di Kabupaten Kediri, seperti buah Srikoyo Ijo orang biasa menyebutnya Srikoyo Pathek, bisa sebagai buah lokal unggulan di Kecamatan Tarokan.

Winarti, salah satu penjual mengatakan setiap memasuki bulan Desember hingga Maret dirinya selalu menjual buah srikaya. Hal ini dikarenakan Desa Tarokan merupakan sentra buah srikaya. Varietas yang dimiliki adalah Srikaya Ijo.

srikoyo pathek 2“Varietas srikaya ijo merupakan andalan Tarokan. Rasanya enak dan tampilan kulitnya ijo bersih tanpa bercak-bercak. Sehingga pembeli suka,” jelas ibu tiga anak ini kepada Kominfo, Rabu (8/2).

“Setiap hari banyak petani yang menitipkan hasil panen srikaya mereka ke sini untuk dijualkan. Biasanya dari Dusun Sumberyuyu, Bukaan, Tarokan, Gunungbutak, dan Bulusari,” imbuhnya.

srikoyo pathek 1Winarti menuturkan lebih lanjut, harga jual srikaya disini cukup terjangkau. Mulai 5 ribu per Kg untuk ukuran sedang dan 10 ribu per Kg ukuran besar. Dari sini, omset yang didapat Winarti dari penjualan srikaya per bulan mencapai 7 juta rupiah.

Hal itu diamini juga oleh Punirah, penjual yang lain bahwa buah srikaya yang ditawarkan merupakan hasil bumi Tarokan. Buah ini diminati pembeli yang rata-rata dari luar kota Kediri.

srikoyo pathek 3“Para pembeli bilang, katanya buah ini sudah jarang ditemui di kota besar. Mereka senang, bila makan buah ini jadi nostalgia waktu jaman kecil dulu,” ungkap wanita 47 tahun ini.(Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh