Kamis, 21 September 2017

Yudi, Jaranan dan Drum Tetes

Berawal dari kecintaan akan kesenian jaranan yang harus terbentur keterbatasan ekonomi, tak membuat Yudi Dewanto, warga Desa Papar, Kecamatan Papar ini patah semangat. Berbekal keahlian ukir yang didapat dari belajar otodidak, Yudi mampu memenuhi keinginannya membuat peralatan jaranan sendiri.

yudijaranan 1

Yudi bercerita, dirinya menyukai seni jaranan sejak kecil. Namun tidak memiliki biaya untuk membeli peralatan jaranan. Dirinya lalu iseng membuat topeng barongan sendiri.

"Ternyata banyak yang suka dan mulai menerima pesanan dari teman. Namun saat itu masih jadi sampingan dan belum kepikiran jadi profesi," tutur Yudi kepada Kominfo, Minggu (5/2).

Hingga akhirnya tahun 2013, didorong oleh sang istri, Yudi mulai menekuni usaha ini. Memanfaatkan marketing online, order pun datang tidak hanya dari Kediri namun juga luar Pulau Jawa.

yudijaranan 3

"Ya Kalimantan dan Sulawesi. Biasanya untuk pentas jaranan dan reog disana. Saya kerjakan sama istri. Saya yang natah (pahat), istri yang ngecat," kata bapak satu anak ini.

Salah satu keunggulan dari produk Yudi adalah produk miliknya berkualitas bagus dengan harga terjangkau. Dirinya cukup kreatif mengaplikasikan limbah drum tetes, kayu cangkring dan bulu kambing etawa untuk menekan ongkos produksi.

"Lumayan bisa lebih murah dari yang lain. Caplokan atau barongan kecil 1.5 juta sudah termasuk baju. Ukuran besar harga 2.5 sampai 3 juta sudah termasuk bajunya," terang Yudi.

yudijaranan 2

"Itu lebih murah dari harga pasaran yang kisaran 4.5 sampai 5 juta. Selama ini kendala saya soal alat yang belum lengkap dan sudah cari tenaga kerja yang bisa garap dengan keahlian ukir," imbuhnya. (Kominfo)

Yudi Dewanto

Dsn. Tawangrejo, Desa Papar, Kec. Papar

Telp. 085736942189

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM