Minggu, 25 Juni 2017

Desa Karangrejo Lestarikan Kesenian Karawitan

Salah satu seni musik tradisional di masyarakat adalah karawitan. Biasanya seni ini dipentaskan untuk mengiringi tarian, upacara adat, dan nyanyian. Berbagai upaya pengembangan pun dilakukan agar seni ini tetap lestari, tak tergerus dengan hadirnya beragam kesenian baru.

GAMELAN KARANGREJO 3

Upaya pelestarian ini pula yang dilakukan Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat. Ditemui di Balai Desa Karangrejo, Kepala Desa Karangrejo Heri Sujoko menuturkan bahwa pengembangan seni karawitan ini berangkat dari tekad untuk melestarikan seni budaya yang ada di masyarakat.

“Karawitan sudah ada disini bertahun-tahun sebelum saya menjadi kepala desa, istri saya pun aktif di dalamnya. Namun lama-kelamaan kembang kempis, tidak berkembang. Para senimannya pun sudah tua dan banyak yang sudah meninggal. Dari situ saya berupaya agar kesenian ini tetap eksis,” kata Heri saat diwawancarai Tim Kominfo (3/2).

GAMELAN KARANGREJO 2

Heri kemudian mengusulkan kepada istrinya, Prihartini, untuk mengajak ibu-ibu PKK Desa Karangrejo untuk bergabung di karawitan. Menurutnya, melalui PKK kegiatan tersebut bisa lebih terorganisir. Awalnya tidak mudah, terlebih sebagian besar ibu-ibu tidak mengenal karawitan sama sekali. Memegang alat gamelan pun tidak pernah. Namun dengan ketelatenan dan rutin berlatih, perlahan mereka bisa menguasai beberapa lagu.

“Ketika bisa, ibu-ibu jadi senang dan ketagihan untuk berlatih. Tidak datang latihan sekali saja, mereka jadi getun,” lanjut Heri dengan tertawa.

Melihat niat dan kekompakan warganya dalam kegiatan karawitan, ditambah ketelatenan dari pembina, Heri Sujoko pun mendaftarkan desanya untuk mengikuti Anugerah Desa 2016. Tak disangka, Desa Karangrejo menjadi pemenang di Kategori Inovasi Terbaik Bidang Seni Budaya. Paguyuban karawitan bernama Mitro Laras ini pun dipercaya tampil di malam Penganugerahan Anugerah Desa Award yang digelar Pemkab Kediri pada Desember 2016 silam.

GAMELAN KARANGREJO 1

 

Saat ini Paguyuban Karawitan Mitro Laras beranggotakan 24 orang, yang terdiri dari 17 orang ibu-ibu dan 7 orang bapak-bapak. Latihan rutin dilaksanakan seminggu sekali di Balai Desa Karangrejo. Paguyuban ini kerap tampil di acara-acara desa dan hajatan anggotanya. Terakhir, mereka dipercaya untuk tampil di acara Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2017 di Simpang Lima Gumul.

“Semoga dengan penghargaan Anugerah Desa 2016 ini, memacu semangat para anggota paguyuban untuk lebih kreatif berkarya, serta menarik minat masyarakat untuk mencintai sekaligus melestarikan kesenian ini,” pungkas Heri Sujoko. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh