Jumat, 22 September 2017

Impresi Wayang Dari Batik Lathifa

Saat ini, mengenakan pakaian batik menjadi kebanggaan tersendiri. Selain menampilkan ciri khas suatu daerah, batik telah mengalami perkembangan pesat, baik dari motif maupun model pakaian. Begitu halnya di Kabupaten Kediri, beragam motif batik dikembangkan para pengrajin seperti motif mangga podang, motif Simpang Lima Gumul, motif nanas, motif kuda lumping dan aneka padu padan motif yang menarik.

batik esty 4

Salah satu pengrajin batik tersebut adalah Rini Indriani (45 th). Bagi pemilik usaha Batik Tulis Lathifa ini, batik bukan sekedar kebanggaan, melainkan juga jalan menuju kemandirian ekonomi. Sebagai ibu rumah tangga, Rini ingin waktunya lebih produktif. Ia merasa mempunyai banyak waktu setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Karena kecintaannya terhadap batik, Rini menyampaikan ide untuk menjadi seorang pembatik kepada sang suami. Bak gayung bersambut, ide Rini mendapat apresiasi dari suami tercinta.

batik esty 2

Tahun 2014 Rini memulai usahanya. Tak tanggung-tanggung, ibu dari 5 orang anak ini memanggil guru privat untuk mengajarinya membuat batik dari proses awal sampai akhir. Sempat ia merasa putus asa karena merasa sulit. Hingga suatu ketika sang suami, Mujiyat (64 th) menyarankan untuk membuat motif arjuna. Setelah selesai, Rini mengunggah batik motif arjuna tersebut ke media sosial. Tak disangka, batiknya mendapat respon dari para pengguna media sosial yang menanyakan harga, motif, cara pemesanan dan alamat.

“Alhamdulillah banyak yang suka. Dari situ kemudian banyak yang memesan motif tokoh wayang lainnya,” cerita Rini Indriani.

batik esty 3

Ditanya mengenai bahan baku, Rini mengatakan ia mendapatkan kain, alat membatik dan pewarna di Solo. Menurutnya, bahan dasar kain batik di Solo memiliki kualitas yang baik. Dalam menjalankan usahanya saat ini Rini dibantu 15 orang. Diantaranya ada mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk membantu Rini. Mereka inilah yang menjadi salah satu penyemangat Rini untuk terus berinovasi.

Beragam motif dapat dijumpai di galeri Batik Lathifa di Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih, namun yang paling banyak digemari adalah motif Wayang Arjuna. “Sudah sering saya membuat batik arjuna dengan latar berbeda-beda. Ada juga yang memesan motif Srikandi. Wayang menjadi motif khas batik Lathifa,” ujar Rini seraya tersenyum.

batik esty 1

Batik cap dibanderol mulai harga Rp. 150 ribu, sedangkan batik tulis mulai harga Rp. 250 ribu. Pembuatan batik membutuhkan waktu dua minggu hingga satu bulan lebih, tergantung tingkat kerumitan motif. Ketika Tim Kominfo Kab. Kediri berkunjung ke kediamannya, Rini sedang membuat batik warna alam. Selain ramah lingkungan, pewarna alami juga aman karena tidak menimbulkan iritasi yang kadang ditimbulkan oleh pewarna sintetis.

Memanfaatkan teknologi IT, Rini Indriani memasarkan produknya melalui website dan beberapa media sosial. Ia juga kerap mengikuti pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kediri. “Saya ikut pameran di agenda Hari Jadi Kabupaten Kediri, Pekan Budaya dan Pariwisata serta Festival Kelud. Pernah juga mengikuti pameran UMKM Keliling yang dikoordinir Disperindag Kabupaten Kediri,” kata Rini.

Kini usaha yang digelutinya sudah mulai membuahkan hasil. Pesanan tidak hanya datang dari kawasan Kediri saja melainkan dari luar daerah seperti Malang, Surabaya Jakarta, Lampung, Bali dan Makasar. Ke depan, Rini berharap produknya makin dikenal masyarakat luas. Dengan usahanya pula, Rini ingin dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dengan menularkan apa yang telah ia peroleh kepada orang lain.

Batik Tulis Lathifa

Dusun Paras, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih

Tlp. 081 232 279 449

WA: 081 336 788 255

FB : Rini Indriani

IG : batiktuliskediri_rini

Website: http://batiktuliskediri.com/

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM