Jumat, 24 Maret 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Ringin Budho Ikon Kebanggaan Warga Pare Kabupaten Kediri

Patung Ringin Budho terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, patung ini berada di kawasan Alun-alun Thamrin. Sesuai dengan namanya patung Ringin Budho berada di bawah pohon beringin yang rindang dan dikelilingi pagar tembok kurang lebih setengah meter yang dicat berwarna merah.

patung ringin budho 1Arca Ganesha yang oleh masyarakat setempat disebut Mbah Budho, berkepala gajah dan perut buncit yang relatif utuh. Arca Ganesha ini memiliki empat tangan, tangan kanan depan membawa tasbih, tangan kanan belakang membawa gading, tangan kiri depat membawa mangkuk yang dihisap belalai dan tangan kiri belakang membawa kapak.

Saat ini, lokasi dimana ringin dan patung ini berada tertutup oleh banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tersebut. Padahal sebenarnya patung Ringin Budho ini dapat terlihat dengan mudah dari jalan raya.

patung ringin budho 2Di area patung Ringin Budho sendiri saat ini masih digunakan untuk menepi dan mengalap berkah, hal ini ditandai dengan adanya bunga - bunga segar. Begitupun keadaan pada pagi hingga malam harinya digunakan sebagai tempat berdagang. Bagian dalam pagar pun terdapat meja kursi yang digunakan untuk tempat makan.

Sebagai ikon daerah setempat, maka beberapa komunitas yang peduli akan kelestarian situs ini berupaya melestarikan kembali dengan membersihkan dan merawat patung Ringin Budho agar dapat menjadi obyek wisata lokal.

Menurut Yogi Sugiman, salah satu penggagas acara tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini didukung oleh beberapa komunitas antara lain Komunitas Ringin Budho Pare (RBP), Komunitas KOPI (Komunitas Orang Pinggiran), Komunitas Camp. Tahoen Tertek, Komunitas Bocah Pare, Paguyuban Pasar Loak Pare dan Paguyuban PKL Thamrin.

patung ringin budho 3Sepakat bahwa lokasi ini harus terlihat bersih, indah dan rapi maka semua pihak saling bergotong-royong membersihkan tempat ini, bahkan pedagang yang berada di sebelah kanan dan kiri lokasi ini dengan suka rela memindah lapak dagangannya.

“Mengembalikan ikon kebanggaan masyarakat Pare menjadi tujuan utama kegiatan ini agar nilai sejarah tidak hilang dan mampu menjadi daya tarik wisata” demikian penjelasan Yogi. (Kominfo)

Comments   

 
0 #1 agus rahamat 2017-01-26 08:23
salut buat bp yogi sugiman serta Komunitas Ringin Budho Pare (RBP), Komunitas KOPI (Komunitas Orang Pinggiran), Komunitas Camp. Tahoen Tertek, Komunitas Bocah Pare, Paguyuban Pasar Loak Pare dan Paguyuban PKL Thamrin dan lain lain, ayo lestarikan budaya jangan semua di musrikkan biar leluhur kita tidak marah.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh