Jumat, 24 Maret 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Antara Kediri dan Lima Puluh Kota tetap Bagian Dari Sejarah

Ditemukan dan diakui sebagai Makam Sultan Ibrahim Datuk Tan Malaka di Dusun Ledok Desa Selopanggung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Hari ini Rabu (21/12) Kabupaten Kediri kedatangan tamu dari Negeri Seberang tanah kelahiran Tan Malaka yaitu Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, Tan Malaka Institut Habib Datuk Monti, Keluarga Ahli Waris Tan Malaka dan rombongan.

tanmalaka 1

Diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Eko Setiyono, Kepala Dinas Kominfo Ir. Adi Suwignyo, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gembong, Camat Semen Elok Etika, Kepala Desa Selopanggung Wiji serta di badiri mahasiswa dan mahasiswi STAIN Kediri.

Taufik Al Amin dari STAIN kediri memandu acara Diskusi Publik atau moderator mengambil tema Tan Malaka Patriot Yang Hilang dan Kembali.

Setelah melakukan Ziarah ke Makam Tan Malaka diadakan diskusi publik di STAIN Kediri. Satu persatu makam Pahlawan Nasional ditemukan. Sebagai nilai luhur Bangsa Indonesia untuk selalu menghormati Jasa Para Pahlawan dan tidak sekali-kali meninggalkan sejarah. 

Kenapa dikatakan antara Kediri dan Lima Puluh Kota tetap bagian dari sejarah. Kita kembali mengenang Sang Pahlawan Nasional menurut sejarahnya.

tanmalaka 2

Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki Sumatera Barat atau di Kabupaten Lima Puluh Kota, tanggal 2 Juni 1897. Meninggal pada usia 51 tahun tepatnya pada tanggal 21 Februari 1949. Dikenal sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Tan Malaka juga dikenal sebagai seorang pendidik atau Guru pada masa Hindia Belanda.

Baru-baru ini penemuan makam Tan Malaka menjadi Hits atau trending Topik di Media Sosial. Sampai berlanjut hari ini kedatangan beliau dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Mengandung maksud dan tujuan mohon ijin kepada Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membawa pulang jasad Sang Raja atau Datuk mereka ke Sumatera Barat.

Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Ferizal Riduan dalam dialog menyampaiakan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang sudah merawat dan menjaga Makam Sultan Ibrahim Datuk Tan Malaka.

Khususnya warga Desa Selopanggung Kecamatan Semen. Tan Malaka merupakan bagian sejarah Bangsa Indonesia, bagaimana Bangsa itu terutama generasi penerusnya bisa melihat secara luas ke depan. Kata Ferizal.

tanmalaka 3

Lebih lanjut dikatakan ibarat spion bila kita tidak bisa memanfaatkan kegunaannya akibatnya kita bisa nabrak. Begitu juga dengan nilai - nilai sejarah bila pemahaman kita tentang sejarah hanya setengah maka hasilnya tidak maksimal. Terang Ferizal

Proses bagaimana Tan Malaka tetap Agung pada makam yang sesungguhnya, yang tetap sama-sama antara Kediri dan Lima Puluh Kota.  Bisa saling merasakan dan mendarmabhaktikan bahwa kita itu suatu bangsa yang tidak lupa akan jasa - jasa pahlawan.

Taufik Al Amin mengambil kesimpulan bahwa prosesnya masih cukup panjang dan perlu pembahasan lebih lanjut dari semua pihak secara simultan. Antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan Lima Puluh Kota tetap menjadi bagian dari masa lalu juga masa yang akan datang. 

Bagaimana sebuah prosesi adat harus di tunaikan, maka sebenarnya ini juga berat. Tetapi juga bahwa Tan Malaka tidak bisa diambil alih oleh satu tangan yang atas nama Nasap itu juga harus dimaklumi, karena betapa besarnyaTan Malaka bagi Bangsa Indonesia.

Ada proses Rezimisasi, ada proses Ideologisasi yang bekerja selama ini di tanah air kita. Justru kita merasa terenyuh dengan kedatangan saudara kita dari jauh.

Bahwa benar suara - suara tentang Tan Malaka menjadi benar dan semakin kuat di telinga kita karena Tan Malaka pernah menuliskannya bahwa "ingatlah dari dalam kubur suara saya akan lebih keras, dari pada diatas kubur", artinya generasi inilah yang harus meremajakan pemikiran - pemikiran besar, agar bangsa ini tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tapi juga mandiri, terhormat dan bermartabat.

tanmalaka 4

Bila pemuda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar, untuk berbaur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul hanya memiliki cita-cita yabg sederhana, maka pendidikan lebih baik tidak di berikan sama sekali ini kutipan pesan dari Tan Malaka juga sebagai tantangan para Pendidik, Dosen atau Guru. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh