Rabu, 20 September 2017

Melestarikan Tradisi Satu Suro Dengan Turun Ke Jalan

Kedatangan tahun baru satu suro adalah hari pertama dalam kalender jawa dibulan sura atau suro dimana bertepatan dengan 1 muharram dalam kalender hijriyah (Islam). Satu suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat jawa bulan ini dianggap sebagai bulan yang sakral dan suci.

Untuk melestarikan tradisi suro di Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul masyarakat mempunyai ritual yang sangat khusus, momen ini hanya bisa dijumpai satu tahun sekali. Kegiatan biasanya dikemas degan acara Bersih Desa dan juga mengadakan do’a tahlil bersama ,Ujar Zani salah satu pegiat kegiatan dan juga sebagai RT .syukuran 1 suro1 2

Bertempat di jalan raya warga baik laki-laki, perempuan, anak-anak beramai-ramai mendatangi tempat yang sudah disediakan dengan membawa bekal nasi, ingkung atau berkat dijadikan sebagai santapan bersama-sama seusai selesainya acara.

Dengan memanjatkan do’a bersama harapan masyarakat kedepan untuk Desa Jambu menjadi tambah lebih baik, maju dan makmur sejahtera. Sepanjang bulan suro masyarakat Jawa menyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan.

syukuran 1 suro1 1
Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang manyesatkan.
Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa instropeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri.

Dan bukankah instropeksi tak cukup dilakukan semalam saat pergantian tahun saja? Makin panjang waktu yang digunakan untuk intropeksi, niscaya semakin bijak kita menyikapi hidup ini.

TUGAS INDIVIDU PELATIHAN SDM DI BIDANG JURNALISTIK
DINAS KOMINFO KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2016

Nama : Zainal Mustofa
Alamat : Desa. Jambu Kecamatan. Kayen Kidul
Kelompok : 2
Angkatan 3 Tahun 2016