Rabu, 20 September 2017

Limbah Sapi Jadi Energi Medowo

Desa Medowo Kecamatan Kandangan yang terdiri dari empat dusun. yaitu Dusun Medowo, Ringin Agung, Sidorejo dan Mulyorejo. Di desa tersebut memiliki kurang lebih 500 Peternak Sapi Perah dengan Jumlah Sapi Perah hampir 1.900 ekor.

Dari jumlah tersebut bisa menghasilkan susu kurang lebih 11.000 liter perhari. Demikian dikatakan Sugiyanto Ketua KUD Kertajaya Medowo Kandangan, Rabu (7/12)

LIMBAH SAPI ANTON1 1

Salah satu peternak sapi yang yang bernama Ibu Agus menyatakan bahwa limbah dari sekian banyak ternak sapi di Desa Medowo sama sekali tidak menimbulkan masalah.

Hal ini dikarenakan limbah-limbah sapi tersebut diolah oleh para peternak menjadi berbagai produk olahan limbah yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kompos yang digunakan untuk pupuk sawah dan kebun, biogas yang digunakan untuk energi kompor gas dan lampu penerangan. Tutur Bu Agus.

LIMBAH SAPI ANTON1 3

Untuk membuat biogas para peternak membuat penampungan limbah sesuai dengan jumlah limbah yang dihasilkan oleh sapinya ada yang berukuran 2 kubik, 4 kubik atau bahkan ada yang berukuran besar sesuai jumlah sapi yang dimiliki. Terang Bu Agus.

Bu Agus menambahkan sebetulnya untuk lima ekor sapi dapat digunakan untuk kebutuhan gas dua sampai tiga rumah. Selanjutnya diharapkan apabila Biogas ini dapat dikelola secara profesional dan optimal maka sapi-sapi yang ada di desa ini dapatnya mencukupi untuk kebutuhan gas seluruh warga Desa Medowo.

LIMBAH SAPI ANTON1 2

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Drh. Lilik Sugiharti. Petugas Peternakan Dinas Peternakan Wilayah Kecamatan Kandangan. Limbah Sapi Perah di Desa Medowo tidak pernah menimbulkan masalah sebagaimana limbah-limbah sapi yang ada di wilayah lain, justru disini limbah jadi berkah bagi warga. Kata Lilik.

Proses pengolahan awal biogas tersebut dengan cara kotoran sapi yang dikumpulkan kemudian di masukkan kedalam instalasi penampungan biogas (digester) selama 15 hari.

Selanjutnya gas-gas yang ditimbulkan disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah warga untuk kebutuhan energi kompor gas dan lampu. Sehingga energi gas bio ini mampu menghemat biaya elpiji dan biaya listrik. Tutur Lilik

Sedangkan untuk limbah yang berasal dari digester akan terpisah menjadi air, kotoran padat dan kotoran halus (sluri).
Kotoran padat dari limbah biogas ini dapat dimanfaatkan menjadi kompos sedangkan air dan sluri bisa digunakan untuk budidaya ikan. Terang Lilik Sugiharti

LIMBAH SAPI ANTON1 4

Gas yang disalurkan ke dapur para warga menggunakan pipa untuk menyalakan kompor dan lampu petromaks / stongkring

Dengan demikian potensi pemanfaatan biogas tersebut dapat diterapkan pada seluruh wilayah Kabupaten Kediri yang penduduknya mayoritas peternak sapi. Maka akan mengurangi konsumsi biaya elpiji ibu rumah tangga dan menjaga lingkungan tetap sehat dan ramah lingkungan.

Penulis Anton Prasetiyo

GP Ansor Desa Katang Kecamatan Ngasem

Anggota Kelompok 3 Jurnalistik Angkatan IV Tahun 2016