Selasa, 25 Juli 2017

Si Hitam Manis Dari Medowo

Hari kedua pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Rabu 7 Desember 2016 memasuki sesi Orientasi Lapangan yakni peserta melakukan praktek Jurnalistik di Desa Medowo Kecamatan Kandangan.

Materi liputan mengupas tuntas Desa Medowo, sudah pantaskah diajukan menjadi desa wisata ? Selanjutnya potensi yang ada di Desa Medowo yang meliputi :
1. Obyek Wisata
2. Obyek Perkebunan
3. Obyek Peternakan
Dalam proses liputan ini kelompok 2 , fokus meliput Perkebunan Manggis di Desa Medowo.

PERTANIAN2 3
Tim kami menemui Bapak Sukemi selaku Kepala Urusan Pemerintahan Desa Medowo yang kebetulan mempunyai luas lahan Kebun Manggis sekitar 200 m2.

Sukemi mengambarkan bahwa “untuk dapat menghasilkan buah Manggis yang berkualitas, dibutuhkan waktu 1 sampai 5 tahun, baru bisa menikmati panen pertama.

Itupun harus didukung dengan perawatan bibit, pertumbuhan, sampai proses pembuahan dengan memberikan pupuk NPK dan Urea yang intensif sesuai masa pertumbuhannya,” kata Sukemi.

Lebih lanjut dikatakan untuk pengairan kebun Manggis bersumber dari PDAM dengan biaya perbulan sebesar Rp 10.000., Sedangkan pengairan dari irigasi dengan biaya perbulan sebesar Rp 5.000, jadi dalam satu bulan total biaya pengairan sebesar Rp 15.000,-

PERTANIAN2 1

Lahan seluas 200 m2 itu tidak hanya ditanami pohon Manggis saja, ada banyak pohon buah yang lain diantaranya : Salak, Coklat/Kakao, Kopi, Pisang, Kelapa, bahkan disisi pinggir kebun bisa juga ditanami Cabe Rawit.

Dalam 1 kali masa panen, hasil buah Manggis mencapai 50 s/d 100 kg, untuk usia pohon yang sudah mencapai 15-20 tahun.

“Hasil panen biasanya dipasarkan di wilayah sekitar Kecamatan Kandangan bahkan sampai ke Pasar Wonosalam Jombang dengan harga 10.000 s/d 15.000. Harga tersebut pada saat musim panen pertama, yaitu antara bulan Nopember sampai Desember.

PERTANIAN2 4

Jika memasuki masa panen raya harga Manggis hanya mencapai kisaran 4.000 s/d 8.000 saja, Namun jika masa panen itu ada di musim hujan, biasanya para pemilik kebun khawatir karena kualitas hasil produksi akan menurun bahkan jika curah hujan tinggi kemungkinan gagal panen bisa saja terjadi,” Kata Sukemi.

Yang membedakan Manggis Medowo dengan manggis diluar daerah Medowo adalah di cita rasanya yang khas, yaitu rasa manis dan asemnya bener-bener menyatu terasa banget segernya, Kata Shiddiq dan Munir dari Tim 2 yang ikut melakukan liputan.

PERTANIAN2 2

Jadi tidak salah manakala perangkat desa menjadikan pohon Manggis menjadi salah satu komoditi buah unggulan lokal daerah yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Hal tersebut untuk menunjang program desa menciptakan Desa Medowo sebagai salah satu destinasi wisata alam dan edukasi yang sangat potensial di Kabupaten Kediri dengan potensi perkebunan, peternakan dan panorama pegunungannya.

Selanjutnya untuk pengembangan potensi perkebunan, peternakan sapi dan hasil susu segarnya yang sangat perspektif untuk diolah menjadi Home Industri.

Disusun oleh :
Tim 2 Peserta Pelatihan Jurnalistik Angkatan IV Dinas Kominfo Kabupaten Kediri tahun 2016

1. Munasir Huda GP Ansor Ds.Silir Kec.Wates

2. M.Ikwan Yusuf

3. Supendi GP Ansor Ds.Ringinsari Kec.Kandat

4. Anang Nario GP Ansor Ds.Selopanggung Kec.Semen

5. Musta'in GP Ansor Ds.Sumberagung KecWates

6. Zainal Arifin GP Ansor Ds.Bedali Kec.Ngancar

7. Imam Syafi'i GP Ansor Ds.Pagu Kec.Pagu

8. Ahmad Shoddiq GP Ansor Ds.Sukoharjo Kec.Plemahan

9. Firdaus Lutfi Zakaria GP Ansor Ds.Kras Kec.Kras

10. Ro'aitul Nafif Laha Fatayat NU Ds Kaliboto Kec.Tarokan

11. Sa'idatul Umah Fatayat NU Ds.Cerme Kec.Grogol

12. Dewi Zaenab Fatayat NU Ds.Sukoharjo Kec.Kayeb Kidul

13. Ana Nurmaya Fatayat NU Ds.Sidomulyo Kec.Puncu